Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 3.368 warga mengungsi karena banjir akibat hujan deras yang diperparah oleh jebolnya tanggul sungai di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, sebagaimana dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa ribuan orang warga tersebut mengungsi dalam pendampingan tim petugas gabungan ke beberapa lokasi pengungsian.
BNPB mengkonfirmasi para pengungsi tersebut merupakan bagian dari total 11.924 orang warga yang menjadi korban banjir dan diperparah oleh jebolnya tanggul sungai di Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan.
Peristiwa jebolnya tanggul tersebut sudah berlangsung selama delapan hari sehingga dinilai dibutuhkan penanganan yang cepat dan terukur agar dampaknya tidak meluas.
Menurut Abdul, saat ini banjir sudah merendam 15 desa yang berada dalam wilayah administratif di tujuh kecamatan, salah satunya Kecamatan Cilamaya Wetan - Telukjambe yang dilaporkan paling terdampak.
Adapun berdasarkan pantauan tim petugas gabungan saat ini tinggi muka air di beberapa desa di Cimalaya Wetan mencapai 1,5 meter dan warga dievakuasi menggunakan perahu.
Dia memastikan bahwa proses evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi yang diprioritaskan bersama dengan unsur pemerintah daerah terkait sembari pengkajian oleh para ahli untuk mempercepat pemulihan tanggul yang jebol.
Baca juga: Di tengah banjir, Bulog Karawang serap gabah 2.500 ton/hari di Januari
Baca juga: Rumah Sehat Baznas beri layanan kesehatan bagi korban banjir Karawang
Baca juga: Banjir karawang meluas, warga dekat sungai diminta segera mengungsi
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































