Surabaya (ANTARA) - Sebanyak 150 program studi Bahasa Inggris berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti konferensi internasional bertajuk International Conference on English Studies in Indonesia (ICONESIA) 2025 di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Selasa, membahas literasi global.
"Tujuannya adalah untuk menjadi forum diskusi dan berbagi ide terkait penelitian linguistik, sastra, budaya, dan pendidikan Inggris," kata Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Untag Surabaya Pariyanto.
Dengan kegiatan ini, diharapkan muncul pemikiran-pemikiran baru yang bisa mendorong mahasiswa S1, S2, dan S3 lebih aktif melakukan kajian dan eksplorasi.
Ia mengharapkan hasil penelitian dibahas dalam konferensi ICONESIA memberikan dampak terhadap kebijakan publik, terutama dalam bidang kebijakan bahasa dan kurikulum pendidikan.
“Misalnya, dalam konteks kebijakan bahasa di ruang publik, apakah cukup menggunakan bahasa Indonesia saja di tempat wisata, atau perlu juga bahasa asing, seperti Inggris atau Jepang, sesuai dengan banyaknya wisatawan yang datang,” katanya.
Kegiatan yang mengusung tema "English Studies in the Era of Globalization" ini bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
ICONESIA 2025 juga menghadirkan pemateri dari Filipina, Australia, Romania, Malaysia, dan Indonesia.
Salah satu peserta, Varelya Anastasia, mahasiswa Sastra Inggris dari Universitas Bangka Belitung, mengaku mendapat banyak manfaat dari ajang ilmiah tersebut.
“Dari konferensi ini kami dapat banyak insight dari para profesor. Kami juga bisa memperkenalkan karya ilmiah kami lewat sesi presentasi. Sangat memotivasi melihat bagaimana para akademisi memaparkan riset mereka dengan luar biasa,” ujarnya.
Baca juga: Kemendiktisaintek ajak BEM jadi penggerak program Mahasiswa Berdampak
Baca juga: Untag Surabaya gelar napak tilas perjuangan Bung Karno-Fatmawati
Baca juga: Rhenald Kasali tekankan pentingnya mentalitas tangguh ke lulusan Untag
Pewarta: Willi Irawan
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































