XCMG bangun pusat remanufaktur alat pertambangan di Balikpapan Kaltim

2 days ago 5
Kami tidak hanya menghadirkan teknologi dan produk, tetapi juga turut membangun kapabilitas industri lokal

Jakarta (ANTARA) - Xuzhou Construction Machinery Group (XCMG), produsen alat berat asal China, mulai membangun pusat remanufaktur komponen peralatan pertambangan di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Fasilitas tersebut menjadi pusat overhaul dan remanufaktur komponen peralatan pertambangan pertama perusahaan ini di luar China.

President Director XCMG Group Indonesia, Kong Qing Chao dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, menjelaskan bahwa pusat remanufaktur di Indonesia mengintegrasikan berbagai fungsi utama. Termasuk overhaul dan remanufaktur komponen inti, pergudangan suku cadang regional, pelatihan tenaga teknis lokal, serta rekondisi unit bekas.

Menurut Chao, Indonesia merupakan salah satu wilayah perintis dalam strategi perusahaan untuk membangun rantai nilai secara menyeluruh di luar negeri.

Berbagai tahapan penting mulai dari pengumpulan dan inspeksi komponen bekas, pemulihan dan remanufaktur, penyediaan suku cadang, hingga layanan di lapangan dapat terhubung secara menyeluruh, membentuk sistem layanan purnajual yang mencakup seluruh masa operasional peralatan.

"Pusat remanufaktur ini berfokus pada kebutuhan aktual pasar Indonesia serta akan menerapkan standar teknologi remanufaktur global secara menyeluruh dan sistem manajemen kualitas yang berorientasi pada efisiensi," kata Chao.

Chao menyatakan setelah proyek selesai dibangun, sebagian besar pekerjaan perbaikan dapat dilakukan secara lokal, sehingga secara efektif mempersingkat waktu tunggu akibat penghentian operasional peralatan, memastikan performa peralatan setelah diperbaiki, serta membantu pelanggan menekan biaya dan meningkatkan efisiensi.

"Langkah ini juga akan meningkatkan tingkat ketersediaan peralatan, sekaligus mendorong kami bertransformasi dari pemasok peralatan tradisional menjadi penyedia solusi untuk seluruh masa operasional peralatan,” ujarnya.

Chao juga menegaskan komitmen perusahaan untuk menempuh jalur pengembangan lokal melalui penguatan kapabilitas dan pembangunan ekosistem bersama.

Dengan struktur tenaga kerja yang semakin terlokalisasi, kata Chao, pihaknya bersama perguruan tinggi bekerja sama membina tenaga teknis lokal secara sistematis, serta perluasan lapangan kerja di bidang layanan purnajual yang didukung oleh pusat remanufaktur.

"Kami tidak hanya menghadirkan teknologi dan produk, tetapi juga turut membangun kapabilitas industri lokal, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong peningkatan rantai industri," katanya.

Jalur pengembangan lokal tersebut menjadi semboyan dari Chairman XCMG, Yang Dongsheng yang menegaskan bahwa “globalisasi adalah lokalisasi”.

Seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) Pusat Remanufaktur XCMG Indonesia telah berlangsung pada Rabu (16/9). Agenda tersebut dihadiri oleh General Manager XCMG Mining Machinery Business Division, Ren Daming, perwakilan pemerintah Indonesia, pelanggan utama dari sektor pertambangan, mitra industri, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Baca juga: Mining Indonesia 2026, XCMG Perkuat Ekosistem Alat Berat dan Pembiayaan

Baca juga: XCMG Luncurkan Ring Crane 14.000 Ton Pertama di Dunia, Inovasi Baru dalam Ultra-Heavy Lifting

Pewarta: Faisal Yunianto
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |