WNI ceritakan situasi ketegangan di tengah gempuran rudal di Iran

5 hours ago 2

Tangerang (ANTARA) - Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Tetap Segar (58), yang merupakan teknisi pesawat asal Kabupaten Tangerang, Banten, menceritakan kesaksian selama berada di tengah gempuran rudal di Kota Teheran, atas eskalasi ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Segar menyebut, situasi keamanan di negara yang ia tempati kondisinya sudah tidak kondusiif. Dimana, setiap harinya serangan-serangan rudal terjadi di beberapa titik khususnya di Kota Teheran.

"Kondisi sekarang memang sudah tidak kondusif. Namun, tergantung dari kita masing-masing mempunyai keyakinan akan cepat reda atau berlanjut," ucap dia saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, setelah kembali ke tanah air pada Selasa.

Setiap hari, kata Segar, dirinya melihat langsung gempuran-gempuran rudal yang dilancarkan oleh AS dan Israel ke Iran. Pasalnya, lokasi ia bekerja sebagai teknisi pesawat ini berada tepat di bandar udara utama Imam Khomeini (IKA) untuk penerbangan internasional dan Bandara Internasional Mehrabad (THR) untuk penerbangan domestik.

"Hampir setiap hari serangan itu terjadi. Tapi untuk warga disana sudah biasa tidak ada kepanikan berlebih. Jadi kita tetap stay menunggu kondisi kondusif," katanya.

Selama serangan terjadi, ia bersama rekan WNI lainnya langsung dipulangkan kembali ke asrama tempat mereka tinggal. Sebab, perusahaannya dalam beberapa pekan terakhir telah menerapkan status siaga dengan menutup dan meliburkan aktivitas para pekerjanya.

"Ya, tentu kerjaan dihentikan, kita dipulangkan ke asrama dan kita tunggu informasi dari KBRI," tuturnya.

Dengan situasi keamanan yang semakin mencekam, Segar kemudian memutuskan untuk mendaftarkan diri kepada pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Taheran dan agar dapat pulang ke tanah air.

Langkah ini diambil, sebagai menjaga keselamatan dan keamanan diri atas ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

"Jadi karena hari demi hari tidak kondusif, jadi saya memutuskan untuk mengevakuasi diri baik itu melalui perusahaan maupun KBRI. Tetapi saya pilih lewat KBRI dan diberikan arahan setiap langkah evakuasi aga aman," jelasnya.

Segar juga menerangkan selama perjalanan dan proses evakuasi seluruhnya berjalan aman, petugas dari perwakilan KBRI terus memberikan arahan dan pendampingan hingga pada akhirnya bisa sampai di tanah air.

Sementara, dalam tahapan pemulangan WNI dari Iran oleh Pemerintah Indonesia saat ini terdapat 22 orang telah berhasil kembali ke tanah air.

Kepulangan puluhan WNI ini, melalui proses penerbangan Turkish Airlines dengan jalur Baku, Azerbaijan, dan diterbangkan ke Jakarta-Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, pada Selasa sore.

Rombongan WNI ini, kembali ke tanah air setelah melalui perjalanan panjang melalaui proses evakuasi yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Dimana, dari ke 22 orang WNI tersebut masuk ke dalam gelombang pertama tahapan evakuasi.

"Sore ini ada 22 WNI yang kembali di gelombang pertama ini. Besok, 10 lagi yang berangkat dari Iran," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono.

Ia mengatakan, untuk proses evakuasi akan dilanjutkan pada tahapan gelombang ke dua dengan dengan jumlah sebanyak 36 WNI. Dimana, mereka tercatat dan mendaftarkan diri untuk bisa dipulangkan ke tanah air.

"Kami dari kementerian luar negeri terus melakukan koordinasi yang cukup erat, sangat erat dengan perwakilan-perwakilan kita yang ada di negara tersebut," kata dia.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |