Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden World Muaythai Council (WMC) Stephan Fox menilai perkembangan cabang olahraga muaythai Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi salah satu kekuatan penting dalam olahraga bela diri dunia.
"Selangkah demi selangkah, saya yakin Muaythai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Indonesia adalah bangsa dan negara pecinta olahraga," kata Stephan Fox dalam keterangan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) di Jakarta, Minggu.
Fox menyampaikan hal itu saat bertem dengan Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia Raja Sapta Oktohari di Jakarta.
Dia mengatakan muaythai berkembang pesat di Indonesia karena kedekatan budaya yang kuat dengan olahraga bela diri itu.
"Ada kedekatan budaya antara dua negara asal, Indonesia dengan pencak silat dan Thailand dengan muaythai," katanya.
Federasi Muaythai Indonesia, kata dia, juga bekerja dengan sangat baik dan telah berpartisipasi dalam berbagai ajang, seperti Asian Youth Games dan Islamic Solidarity Games.
Baca juga: PBMI Temui Menpora beberkan program kompetisi muaythai berjenjang
Menurut Fox, pencapaian tersebut menjadi fondasi penting bagi muaythai Indonesia untuk melangkah lebih jauh di level global.
Raja Sapta Oktohari menyampaikan bahwa muaythai merupakan bagian dari ekosistem olahraga bela diri yang terus berkembang di Indonesia.
Indonesia, kata dia, adalah bangsa dengan tradisi seni bela diri yang kuat.
Oktohari memastikan komitmen mendukung federasi-federasi olahraga, termasuk muaythai, agar terus bertumbuh secara profesional dan berprestasi di tingkat internasional.
"Prestasi dan pengakuan global tidak datang secara instan. Dibutuhkan konsistensi pembinaan, kompetisi berjenjang, serta dukungan lintas pemangku kepentingan. Kami optimistis muaythai Indonesia berada di jalur yang tepat," katanya.
Baca juga: Muay Thai Indonesia bawa pulang satu perak dan empat perunggu
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































