Wastraprema gelar diskusi bahas keindahan kain dan batik Jawa Barat

3 months ago 23

Jakarta (ANTARA) - Himpunan Wastraprema kembali menggelar kegiatan tahunan bertajuk "Wisata Wastra" yang kali ini berfokus pada keindahan kain dan batik khas Jawa Barat.

Acara yang berlangsung pada 29–30 Oktober 2025 di Bandung dan Garut ini diisi dengan diskusi yang menghadirkan sejumlah narasumber dan pelaku budaya batik.

Kegiatan yang diikuti 35 peserta dari berbagai komunitas pecinta wastra ini menghadirkan Ketua Umum Himpunan Wastraprema Sri Sintasari Iskandar (Neneng Iskandar) dan Ketua Harian Yayasan Batik Jawa Barat Dr. Komarudin Kudiya.

Dalam paparannya, Sri Sintasari Iskandar menjelaskan bahwa batik Jawa Barat memiliki sejarah panjang yang telah berkembang sejak abad ke-12.

“Masyarakat Priangan sudah mengenal ragam hias batik sejak masa kerajaan. Budaya membatik di Jawa Barat dibawa oleh masyarakat Jawa Tengah di era Kerajaan Mataram,” kata Sri dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Ia menyampaikan, setiap daerah memiliki ciri khas batik tersendiri, seperti Batik Cirebon dengan motif Mega Mendung, Batik Indramayu atau Dermayon yang dipengaruhi budaya Tiongkok, hingga Batik Kuningan dan Batik Ciamis yang menampilkan motif khas daerah.

Menurut dia, pesona batik Jawa Barat terletak pada warna cerah dan dinamis yang mencerminkan alam dan budaya lokal.

“Batik Jawa Barat merupakan karya adi luhung yang tidak kalah indahnya dengan batik dari daerah lain di Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Dr. Komarudin Kudiya dalam sesi bertema "Gumading Priangan: Cahaya dari Batik Garutan" mengulas karakteristik batik Garut yang dikenal sederhana, adaptif, dan akrab dengan keseharian masyarakat.

“Batik Garutan berpijak pada teknik tutup celup, dengan ragam hias flora dan fauna seperti burung merak yang menjadi ikonnya. Motif merak melambangkan kegembiraan, martabat, dan semangat kemenangan,” ujarnya.

Ilustrasi kegiatan Wastraprema bahas keindahan kain dan batik Jawa Barat. (ANTARA/HO-Wastraprema)

Lebih lanjut Ketua Umum Wastraprema, Sri Sintasari Iskandar menambahkan bahwa kegiatan tahunan ini bertujuan memperluas wawasan anggota dan masyarakat mengenai kekayaan wastra nusantara.

“Melalui Wisata Wastra, kami ingin memberikan edukasi langsung dengan mengunjungi para perajin dan melihat proses pembuatan batik di daerah,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Batik Jawa Barat atas dukungan dan fasilitasi dalam penyelenggaraan acara.

Selain sesi diskusi, kegiatan "Wisata Wastra" tahun ini juga melibatkan UMKM perajin batik dan tenun lokal Jawa Barat untuk memperkenalkan hasil karya mereka.

Melalui kegiatan ini, Wastraprema berharap warisan budaya wastra terus lestari sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Jawa Barat dan Indonesia.

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |