Mentalitas bertanding jadi pekerjaan rumah Hangtuah Jakarta

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Pelatih Hangtuah Jakarta Wahyu Widayat Jati menyatakan mentalitas bertanding masih menjadi pekerjaan rumah utama timnya, setelah menelan kekalahan 57-77 kontra Satria Muda Pertamina Bandung, dalam pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) 2026.

Menurut dia, kekalahan kekalahan telak di Bandung Arena, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu malam, tersebut memperlihatkan kembali masalah yang sama bagi Hangtuah, terkait penurunan performa setelah jeda istirahat pertandingan.

"Ya, kami kembali ke setelan awal, maksudnya adalah setelah halftime kami selalu jelek, saya tidak tahu kenapa bisa begitu, hal ini belum bisa kami pecahkan," kata Wahyu seusai pertandingan.

Dia menilai, tim kesulitan menjaga konsistensi permainan, baik dari pemain lokal maupun asing, sehingga momentum pertandingan kerap berbalik pada babak kedua atau dua kuarter terakhir.

Baca juga: Bram dan Diftha jadi sorotan laga Satria Muda kontra Hangtuah

Pria yang kerap disapa Coach Cacing itu menjelaskan, tim pelatih sebenarnya telah menyiapkan strategi sejak 2 hari sebelum pertandingan.

Namun, pelaksanaan di lapangan dinilai belum sesuai harapan, terutama dalam aspek mental dan kesiapan pemain menghadapi tekanan laga.

Lebih lanjut dia menjelaskan, peningkatan kualitas liga dengan semakin banyaknya pemain asing, menuntut Hangtuah untuk memiliki daya saing yang sama kuatnya, baik dari sisi individu maupun kolektif.

Oleh sebab itu, perubahan pola pikir dan mentalitas pemain menjadi hal yang harus segera dibenahi agar performa tim lebih stabil sepanjang laga.

Baca juga: Hangtuah bungkam Satya Wacana 79-70 di IBL 2026

Kapten Hangtuah Jakarta Diftha Pratama mengakui timnya tampil di bawah standar, terutama dalam penyelesaian akhir yang berdampak pada rendahnya produktivitas angka.

"Saya sadari kami bermain jelek dalam pertandingan ini, terutama dalam lemparan bebas (free throw) dan persentase field goal-nya, jadi ini menjadi pekerjaan rumah untuk diperbaiki," ujar guard senior itu.

Sementara itu, pada kuarter pertama dan kedua, tim tamu mampu unggul tipis dari tuan rumah. Namun, saat kuarter ketiga dan khususnya terakhir atau keempat, tuan rumah mampu mengemas 18 poin, sedangkan lawan cuma tujuh angka, sehingga skor pertandingan ditutup dengan 77-57 untuk kemenangan telak skuad asuhan Djordje Jovicic.

Hasil tersebut membuat Satria Muda Pertamina Bandung bertengger di peringkat ketiga dan Hangtuah Jakarta di posisi kedua klasemen sementara IBL 2026, dengan sama-sama mengumpulkan total 13 poin. Tetapi, Satria Muda masih menyisakan satu laga lebih banyak dibandingkan lawannya itu.

Baca juga: Satria Muda hempaskan Hangtuah Jakarta dengan skor telak 77-57

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |