Makassar (ANTARA) - Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar bersama Fakulti Pengajian Bahasa Utama Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) berkolaborasi memperkuat pembelajaran bahasa Arab di era digital dan kecerdasan buatan (AI).
Dekan FAI Unismuh Dr Amirah Mawardi SAg MSi di Makassar, Selasa, berharap kolaborasi melalui kuliah tamu internasional ini dapat berlanjut dalam bentuk kolaborasi konkret, seperti penelitian bersama, pengembangan kurikulum, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta kunjungan akademik antarinstitusi.
“Targetnya memang meningkatkan pemahaman akademis dalam konteks global untuk mahasiswa dan dosen serta memulai keterlibatan akademik berkolaborasi antar kedua institusi,” ujarnya.
Sebagai pemateri pertama, Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab FAI Unismuh Nur Fadilah Amin menekankan pentingnya integrasi Technology Enhanced Language Learning (TELL) dalam pembelajaran bahasa Arab agar tetap relevan bagi generasi pembelajar digital tanpa kehilangan keautentikan materi.
Baca juga: Unismuh Makassar-UPSI Malaysia jajaki kerja sama riset dan pengabdian
“Bahasa Arab harus tetap autentik, tetapi juga relevan dan menarik bagi pembelajaran digital saat ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, teknologi tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran pendidik, melainkan sebagai alat bantu untuk memperkuat proses pembelajaran dan memperluas akses belajar.
Pemateri kedua, Prof Madya Dr Yuslina Binti Muhammad dari USIM menekankan pentingnya desain instruksional sebagai fondasi pengembangan pembelajaran digital bahasa asing.
“Desain instruksional adalah asas kepada pembangunan model pengajaran, ibarat lukisan bagi sebuah bangunan sebelum bangunan itu didirikan,” kata Yuslina.
Menurutnya, perubahan teknologi menuntut perubahan cara merancang pengalaman belajar, mulai dari analisis kebutuhan peserta didik, penentuan tujuan pembelajaran, pemilihan metode dan media, hingga evaluasi berkelanjutan.
Baca juga: Unismuh-UTM Malaysia kolaborasi budaya pererat hubungan dua negara
Pemateri ketiga yang juga dari USIM Malaysia Prof Madya Dr Hazlina Abdullah menambahkan, pemanfaatan teknologi pendidikan harus selalu mempertimbangkan etika, kualitas, dan keberlanjutan agar tidak terjebak pada penggunaan teknologi sebagai tren semata.
Pewarta: Abdul Kadir
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































