Istanbul (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mempersingkat kunjungan akhir pekan di Camp David dan diperkirakan kembali ke Gedung Putih pada Sabtu (19/9) malam, menurut laporan wartawan Gedung Putih.
Gedung Putih memperbarui jadwal presiden yang menunjukkan Trump akan kembali ke Washington menggunakan Marine One. Helikopter kepresidenan tersebut diperkirakan tiba di Ellipse sekitar pukul 19.00 waktu setempat (23.00 GMT/Minggu, 20/9 jam 06:00 WIB), menurut laporan pool yang disampaikan Joey Garrison, wartawan USA Today.
Tidak ada alasan yang diberikan terkait perubahan jadwal Trump tersebut.
Sebelumnya pada Sabtu (19/9), pesawat tempur F-16 dari Komando Pertahanan Dirgantara Amerika Utara (NORAD) mencegat sebuah pesawat penerbangan umum yang memasuki wilayah udara terbatas di atas Thurmont, Maryland, dekat Camp David, tempat Trump menginap.
Pesawat tersebut dikawal keluar dari wilayah itu dengan aman. Angkatan Udara Pertama mengatakan insiden tersebut tidak membahayakan orang-orang di darat dan tidak menunjukkan adanya ancaman terhadap Trump maupun tempat peristirahatan kepresidenan tersebut.
Perkembangan itu terjadi ketika Departemen Luar Negeri AS mengeluarkan peringatan perjalanan akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Departemen tersebut mendesak warga Amerika yang berada di luar kawasan untuk mempertimbangkan kembali secara serius rencana perjalanan ke dan melalui wilayah tersebut.
Dalam unggahan di platform media sosial X, akun Travel.Gov milik badan tersebut mengatakan warga Amerika di Timur Tengah harus meningkatkan kewaspadaan dan bersiap menghadapi kemungkinan pembatalan penerbangan, penutupan wilayah udara, serta gangguan lainnya.
“Akibat ketegangan di Timur Tengah, situasi keamanan tetap kompleks dengan potensi terjadinya eskalasi yang tidak terduga,” kata badan tersebut.
Badan itu memperingatkan bahwa Houthi yang didukung Iran telah terlibat dalam permusuhan dengan Arab Saudi, termasuk serangan yang melibatkan bandara sipil, dan mengatakan konflik tersebut “berpotensi meningkat dengan cepat”.
Badan tersebut juga memperingatkan bahwa Iran dan kelompok-kelompok pendukungnya dapat menargetkan kepentingan, bisnis, dan institusi AS, serta lokasi-lokasi yang terkait dengan warga Amerika di berbagai belahan dunia.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Media: Serangan Iran porak-porandakan pangkalan AS di Timur Tengah
Baca juga: Houthi serang ibu kota Arab Saudi dan fasilitas produksi minyak Aramco
Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































