Kemenhub perkuat kesiapan awak kapal Pelni hadapi situasi darurat

51 minutes ago 3
setiap pihak harus memahami tanggung jawabnya dan menjaga kordinasi. Melalui Safety Training ini kita menguji kemampuan seluruh unsur untuk bekerja bersama

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat kesiapan awak kapal PT Pelni menghadapi situasi darurat guna meningkatkan kompetensi, koordinasi dan budaya keselamatan demi perlindungan optimal kepada penumpang.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Samsuddin mengatakan keselamatan pelayaran merupakan suatu sistem yang tidak terpisahkan. Kapal yang laik membutuhkan awak yang kompeten, peralatan yang andal, prosedur yang jelas dan dukungan manajemen.

“Karena itu, setiap pihak harus memahami tanggung jawabnya dan menjaga kordinasi. Melalui Safety Training ini kita menguji kemampuan seluruh unsur untuk bekerja bersama,” kata Samsuddin dalam kegiatan Workshop Safety Training yang diselenggarakan PT Pelni di atas KM Bukit Raya pada pelayaran rute Jakarta-Kijang, sebagaimana terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memberikan pembekalan keselamatan dalam kegiatan Workshop Safety Training yang diselenggarakan PT Pelni di atas KM Bukit Raya pada pelayaran rute Jakarta-Kijang tanggal 16-18 September 2026.

Mengusung tema “Kesiapan Awak Kapal dalam Menghadapi Situasi Darurat”, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi awak kapal dan membangun budaya keselamatan dalam pelayanan angkutan laut.

Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan pemahaman awak kapal terhadap tugas dan tanggung jawab dalam keadaan darurat, sekaligus memperkuat koordinasi antara nakhoda, perwira dan seluruh awak kapal.

Kesiapan tersebut menjadi faktor penting agar tindakan penyelamatan dapat dilaksanakan secara cepat, tepat dan terkoordinasi dengan tetap mengutamakan keselamatan penumpang.

Baca juga: Pelni Ambon tingkatkan kemampuan awak kapal lewat Top Drill

Baca juga: Erupsi GAK, Pelni pastikan kegiatan operasional kapal tetap tertaja

Samsuddin menjelaskan keberadaan peralatan dan prosedur keselamatan harus diikuti kemampuan awak kapal untuk menggunakannya secara benar. Setiap awak perlu memahami lokasi penugasan, jalur komunikasi, serta tindakan yang menjadi tanggung jawabnya sesuai daftar tugas keadaan darurat atau muster list.

"Dalam konteks kapal penumpang, kesiapan menghadapi keadaan darurat tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menangani sumber bahaya, tetapi juga kemampuan memberikan instruksi yang jelas dan mengarahkan penumpang menuju lokasi aman," tegasnya.

Perhatian perlu diberikan kepada penumpang yang memerlukan bantuan, termasuk anak-anak, lanjut usia, penyandang disabilitas dan penumpang dengan keterbatasan mobilitas.

Lebih lanjut dia menegaskan dalam keadaan darurat, setiap awak harus mengetahui apa yang harus dilakukan, kepada siapa melapor dan bagaimana membantu penumpang.

"Karena itu, latihan harus menjadi sarana untuk menguji kesiapan nyata, menemukan kekurangan, dan memastikan perbaikannya ditindaklanjuti,” tambah Samsuddin.

Penguatan kesiapan awak kapal memerlukan keterlibatan berkelanjutan dari manajemen perusahaan dan jajaran kapal. Pelatihan perlu diikuti evaluasi terhadap pemahaman prosedur, koordinasi personel, kesiapan peralatan, serta kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan latihan.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Perhubungan mendorong penguatan kerja sama antara regulator dan operator dalam membangun budaya keselamatan pelayaran.

“Awak kapal Pelni diharapkan semakin siap menghadapi situasi darurat serta memberikan perlindungan dan pelayanan yang aman bagi seluruh penumpang,” kata Samsuddin.

Adapun kegiatan tersebut turut dihadiri Komisaris Independen Pelni Sosialisman Hidayat Hasibuan, Direktur SDM dan Umum Pelni Heri Purnomo, serta Kepala DPA QHSSE Capt. Aldrin Dalimunte.

Kehadiran jajaran komisaris dan manajemen perusahaan menjadi momentum untuk memperkuat keterlibatan perusahaan dalam pembinaan awak dan peningkatan kesiapan menghadapi keadaan darurat.

Baca juga: Pelni serahkan 29 ton bantuan gempa NTT yang diangkut dari Jakarta

Baca juga: Kemenhub perkuat budaya keselamatan pelayaran di kapal Pelni

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |