Seraf Naro dan perjuangan satu setengah bulan menuju perunggu

51 minutes ago 3
Saya merasa sangat lega bisa mempersembahkan medali pertama untuk Indonesia. Persaingan di nomor ini sangat-sangat ketat dan penilaiannya juga sangat dekat

Nagoya, Jepang (ANTARA) -

Medali perunggu yang diraih atlet wushu Indonesia Seraf Naro Siregar pada nomor changquan putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi buah perjuangan panjang setelah ia harus berpacu dengan waktu untuk memulihkan cedera kedua kakinya.

Sekitar satu setengah bulan sebelum pertandingan, Naro mengalami cedera pada meniskus kaki kiri dan tendon patela kaki kanan.

Kondisi tersebut sempat mengganggu persiapannya karena nomor changquan menuntut atlet melakukan berbagai gerakan lompatan dan pendaratan dengan tingkat kesulitan tinggi.

Namun, keterbatasan fisik tidak membuat Naro menyerah. Dengan program pemulihan khusus serta dukungan tim pelatih, ia akhirnya mampu tampil pada kondisi terbaik yang bisa dicapainya dan mengamankan medali perunggu sekaligus memastikan medali pertama bagi kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya.

"Memang tidak parah, tetapi cukup mengganggu karena ada rasa nyerinya. Ketika saya mencoba melompat seperti biasa, ada trigger point dan rasa nyeri itu muncul. Otomatis otak mengirim sinyal ke otot untuk pindah ke tempat yang tidak sakit," kata Naro seusai pertandingan di Aichi Prefectural Martial Arts Hall, Jepang, Minggu.

Cedera tersebut membuat persiapan Naro jauh dari kondisi ideal.

Dalam persiapan normal menjelang pertandingan, ia dapat menjalani latihan teknik sekitar 10 kali dalam sepekan. Namun, kali ini intensitas latihan harus dikurangi karena kaki mudah terasa kencang dan kehilangan tenaga setelah menjalani latihan.

"Kalau latihan sedikit saja, kaki sudah kencang. Kaki sudah tidak bisa buat lompat, kaki sudah tidak ada tenaga," ujarNaro.

Sebagai gantinya, tim pelatih menyusun program pemulihan yang lebih banyak berfokus pada penguatan dan terapi. Naro menjalani latihan penguatan, terapi tusuk jarum, hingga shockwave therapy yang dilakukan secara rutin.

Untuk latihan teknik, ia bahkan hanya mampu berlatih sekitar dua hingga tiga kali dalam sepekan. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri mengingat kebutuhan latihan seorang atlet wushu meningkat ketika memasuki masa persiapan pertandingan.

Naro mengapresiasi dukungan para pelatih dan tim pendukung yang membantu menyesuaikan program latihan dengan kondisi fisiknya. Ia secara khusus menyebut “Ci Susiana, Coach Raka, Chang Laosi, dan Ko Haris” yang banyak mendampinginya selama proses pemulihan.

"Terima kasih atas segala pengertiannya. Mereka membantu saya banyak, terutama dalam menyesuaikan program latihan dengan kondisi kaki saya," kata Naro.

Baca juga: Seraf Naro pastikan medali pertama Indonesia di Asian Games 2026

Baca juga: CdM Todotua jadikan medali Seraf Naro pemantik semangat kontingen

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |