TNI tambah 15 batalyon percepat bangun jembatan dan hunian di Sumatera

1 month ago 18

Jakarta (ANTARA) - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengerahkan tambahan personel sebanyak 15 batalyon yang terdiri atas lima batalyon zeni dan 10 batalyon teritorial pembangunan untuk mempercepat pembangunan jembatan dan hunian untuk para pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dengan demikian, hingga saat ini total ada 37.910 prajurit TNI yang dikerahkan di tiga provinsi Sumatera itu untuk membantu para pengungsi melewati masa tanggap darurat, dan memasuki masa rekonstruksi serta rehabilitasi pascabencana banjir bandang dan longsor yang terjadi bulan lalu (25/11).

"(Tambahan personel, red.) itu akan membantu pemasangan jembatan bailey, kemudian pembuatan hunian sementara dan hunian tetap, pembersihan lumpur yang ada di sekolah, pesantren, jalan, dan fasilitas umum lainnya, kemudian penyiapan air bersih, melaksanakan evakuasi medis, distribusi logistik terus dilakukan, dan trauma healing," kata Panglima TNI saat jumpa pers yang dipimpin oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Posko Terpadu Penanganan Bencana di Sumatera, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin.

Jenderal Agus melanjutkan TNI juga membangun dapur lapangan, kemudian membuat sumur-sumur bor, membangun pos-pos kesehatan, serta sarana MCK.

"Dukungan TNI lainnya yang sudah tergelar yaitu 25 dapur lapangan, kemudian pembuatan sumur bos, 124 sumur sudah bisa digunakan, kemudian 42 pos kesehatan sudah tergelar, dan 186 MCK sudah dibangun. Selanjutnya, penyiapan dan pemasangan jembatan bailey, beberapa jembatan sudah digunakan masyarakat untuk beraktivitas seperti di Jembatan Teupin Mane, Jembatan Teupin Reudeup, Jembatan Jeumpa, Jembatan Matang Bangka, jembatan Kuta Blang, Jembatan Weh Pase, Jembatan Hamparan Perak, Jembatan Anggoli Sibangun, dan beberapa jembatan lainnya sudah tergelar," ujar Panglima TNI.

Dalam kesempatan yang sama, Panglima juga melaporkan ada 89 unit alutsista yang dikerahkan oleh TNI untuk membantu penanganan dampak bencana di Sumatera. Beberapa alutsista yang dikerahkan, antara lain helikopter, pesawat-pesawat angkut, kapal rumah sakit, kapal perang.

"Pesawat, heli, dan KRI sampai dengan saat ini terus melakukan dukungan bantuan logistik melalui airdrop ataupun air-landed, kemudian KRI membawa dukungan alat berat, alat kesehatan, mendukung, membawa juga tenaga kesehatan, dan membantu kementerian/lembaga lain seperti peralatan-peralatan PLN, membawa BBM, bahan pangan, genset, dan sebagainya," kata Jenderal Agus Subiyanto.

Sejauh ini, Panglima menyebut TNI telah menyalurkan logistik seberat 2.669,53 ton melalui jalur darat, laut, dan udara.

Di Posko Terpadu Penanganan Bencana Sumatera di Lanud Halim Perdanakusuma, Mensesneg Prasetyo Hadi memimpin jumpa pers terkait hal-hal yang telah dikerjakan oleh pemerintah bersama TNI dan Polri di tiga provinsi yang terdampak bencana di Sumatera. Jajaran pejabat yang memberikan laporannya kepada publik terkait penanganan bencana hari ini, yaitu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Panglima TNI, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak selaku Komandan Satgas Jembatan untuk Penanganan Bencana di Sumatera, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |