Banjarbaru (ANTARA) - TNI mulai menggunakan flexsible portable tank atau tangki air lipat bantuan dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan khususnya di wilayah prioritas di Banjarbaru.
"Ada 20 tangki air lipat sudah kami sebar di area-area prioritas penanggulangan karhutla seperti di ring 1 bandara ini," kata Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus di Banjarbaru, Jumat.
Danrem menjelaskan tangki air dengan kapasitas 24 ribu liter itu sangat membantu sebagai sumber air pemadaman, terutama untuk mendekatkan sumber air dengan titik api sehingga upaya penanggulangan karhutla lebih efektif dan efisien.
Baca juga: BKSDA: Sebanyak 12 bekantan mati terbakar karhutla di Kalsel
"Tangki air bantuan Kemenhan ini sangat mudah diaplikasikan, bongkar pasangnya cepat jadi sewaktu-waktu berpindah tempat bisa dilakukan menyesuaikan titik api," jelasnya.
Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus memimpin penanggulangan karhutla di ring 1 bandara di Banjarbaru yang menggunakan tangki air lipat bantuan Kemenhan, Jumat (18/9/2026). ANTARA/FirmanDanrem memimpin langsung penanggulangan karhutla di area ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor yang mulai hari ini kembali digencarkan menyusul banyaknya bermunculan titik api baru.
Sesuai hasil rapat koordinasi yang dipimpin Gubernur Kalsel Muhidin sehari sebelumnya, petugas TNI-Polri dan BPBD serta unsur lainnya dibagi ke beberapa sektor di sekitar bandara.
Selain pemadaman api dan pembasahan lahan gambut yang terbakar di dalam tanah, petugas juga menggelar patroli gabungan mencegah adanya aktivitas pembakaran lahan.
Baca juga: Pemprov Kalsel rapatkan barisan tangani karhutla
Baca juga: Polda Kalsel dalami kasus lahan terbakar di 10 korporasi
Pewarta: Firman
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































