TNI buka suara soal kericuhan dengan personel Brimob di Buton Selatan

1 month ago 12

Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan informasi tentang aksi pertikaian antara anggota TNI AD dan Brimob Polri di lapangan sepak bola wilayah Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, Minggu (4/1).

Donny angkat bicara setelah sebelumnya video penyerangan tersebut viral di beberapa akun media sosial, salah satunya di akun instagram @Infobutonraya

Saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, Donny menjelaskan peristiwa itu terjadi ketika kedua belah pihak bertanding dalam kompetisi sepak bola yang digelar di sana.

"Jadi, setelah pertandingan berakhir imbang 0-0, sempat terjadi momen saling ejek antar suporter, yang kemudian memicu reaksi sesaat di sekitar lapangan," kata Donny.

Aksi saling ejek pun itu memicu terjadinya pertikaian antara kedua belah pihak yang tidak berangsur lama.

Donny melanjutkan, komandan dari ke dua belau pihak langsung turun tangan untuk menenangkan para personelnya agar tidak terjadi aksi kekerasan lebih lanjut.

"Danyonif TP 871/Lamaindo bersama Danramil setempat langsung berkoordinasi dengan Danyon Brimob Batauga untuk menenangkan personel dan memastikan situasi tetap terkendali," tambah Donny.

Dalam waktu singkat, kondisi di lokasi kembali kondusif dan personel dari kedua belah pihak pulang ke asrama masing-masing. Donny melanjutkan tidak ada keributan lanjutan yang terjadi antara kedua belah pihak.

Masing-masing komandan pasukan pun sudah bertemu dan memastikan permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

Donny menegaskan, peristiwa ini tidak akan memperenggang hubungan antara TNI dan Polri yang selama ini sudah terjalin dengan baik.

"Kami menegaskan bahwa hubungan dan sinergi TNI–Polri tetap solid. Kegiatan olahraga justru menjadi sarana membangun kebersamaan, dan kejadian ini menjadi evaluasi bersama agar ke depan kegiatan serupa dapat berjalan lebih tertib dan terkendali," tutup dia.

Pewarta: Walda Marison
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |