Tenaga Ahli Menteri ESDM: Pengelolaan SDA dibarengi penguatan SDM

6 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Tenaga Ahli Menteri ESDM Satya Hangga Yudha Widya Putra mengatakan pengelolaan sumber daya alam (SDA) strategis perlu dibarengi penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) nasional.

Menurut dia, melalui keterangannya di Jakarta, Minggu, dalam konteks perkembangan lingkungan strategis global, kedaulatan negara perlu dipahami secara lebih komprehensif.

Tantangan terhadap kedaulatan suatu negara tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga dapat muncul melalui dimensi ekonomi, energi, teknologi, industri, serta ketahanan rantai pasok.

"Oleh karena itu, penguatan kapasitas nasional dalam mengelola sumber daya strategis secara mandiri menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga dan memperkuat kedaulatan Indonesia," ujar Hangga saat acara "Indonesia Day: Rethinking Economic Sovereignty", yang diselenggarakan NYU Alumni Club Indonesia dan Columbia Society Indonesia di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Hangga, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya energi dan mineral yang besar.

Namun, potensi tersebut perlu diiringi dengan kemampuan nasional untuk mengolah sumber daya, meningkatkan nilai tambah, mengembangkan teknologi, dan membangun industri yang mampu memanfaatkan sumber daya tersebut secara berkelanjutan.

Dalam konteks ini, pengembangan SDM menjadi salah satu fondasi penting agar Indonesia tidak hanya memiliki sumber daya alam, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menguasai proses pengolahan dan penciptaan nilai tambah di dalam negeri.

"Kita tidak cukup hanya memiliki sumber daya alam. Kita harus memiliki kemampuan untuk mengolahnya dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Karena itu, pengembangan SDM menjadi sangat penting. Kita membutuhkan generasi yang memiliki kompetensi untuk mengelola ESDM, menguasai teknologi, dan mendorong tumbuhnya industri nasional," jelasnya.

Hal tersebut, lanjut Hangga, sejalan dengan pentingnya kemampuan industri dan teknologi sebagai bagian dari kedaulatan nasional.

Forum diskusi tersebut mempertemukan berbagai kalangan untuk membahas penguatan kedaulatan ekonomi Indonesia di tengah perubahan teknologi, dinamika geopolitik, serta tantangan ketahanan energi dan industri.

Diskusi mengangkat sejumlah isu strategis, mulai dari advanced manufacturing, economic growth, energy security, industrial transformation, hingga geopolitical resilience.

Hangga menambahkan Indonesia Day 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, profesional, dan komunitas alumni dalam membangun perspektif bersama mengenai masa depan kedaulatan ekonomi Indonesia.

"Melalui dialog lintas sektor, berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat mendorong gagasan dan kolaborasi yang lebih konkret untuk memperkuat ketahanan ekonomi, energi, teknologi, dan industri nasional," sebutnya.

Baca juga: Prabowo: S&P nilai positif peran Danantara kelola SDA

Baca juga: Menteri ESDM gelar Human Capital Summit untuk siapkan SDM sektor ESDM

Baca juga: ATR tetapkan aturan baru pengelolaan SDM untuk transformasi layanan

Pewarta: Kelik Dewanto
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |