Telkomsel tanam 2.000 mangrove perkuat mitigasi bencana di Donggala

4 hours ago 3

Donggala, Sulawesi Tengah (ANTARA) - Telkomsel menanam 2.000 pohon mangrove di kawasan pesisir Desa Mapane Tambu, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan serta memperkuat mitigasi bencana di wilayah pesisir.

Manager CSR Environment and Ecosystem Telkomsel Rifki Sya’bani mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam rangka memperingati Hari Bumi 2026 yang bertajuk Telkomsel Jaga Bumi Movement yang dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia.

“Kami menyadari bahwa masyarakat terutama generasi muda mulai memiliki kesadaran besar untuk melestarikan lingkungan. Oleh karena itu, kami menghadirkan wadah kolaborasi agar setiap individu dapat memberikan dampak nyata bagi bumi dan generasi mendatang,” kata Rifki dalam keterangannya di Palu, Minggu.

Ia menjelaskan kegiatan tersebut sejalan dengan tema Hari Bumi global “Our Power, Our Planet” yang mendorong upaya kolektif dalam menekan jejak emisi karbon melalui berbagai aksi pelestarian lingkungan.

Menurut dia, perusahaan juga membuka ruang partisipasi masyarakat melalui berbagai kegiatan, mulai dari kompetisi inovasi hijau bagi generasi muda hingga pemanfaatan fitur penukaran poin pelanggan menjadi donasi pohon.

Baca juga: Telkomsel tanam 15.060 pohon di Kawasan Hutan Mangrove Indonesia

Kegiatan penanaman mangrove di Desa Mapane Tambu diikuti sekitar 50 relawan yang terdiri atas karyawan Telkomsel, perwakilan masyarakat, mahasiswa, Jejakin, Kelompok Sadar Wisata Sintuvu Mapane Tambu, Rumah Bahari Gemilang (Rubalang), dan Komunitas Konservasi Penyu Lontara.

Selain penanaman mangrove, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan sesi diskusi mengenai sejarah kebencanaan di Teluk Tambu yang menghadirkan Pengamat Kebencanaan Sulawesi Tengah sekaligus dosen Program Studi Geofisika Universitas Tadulako Abdullah serta Koordinator Komunitas Historia Palu Moh. Herianto.

Rifki mengatakan penanaman mangrove memiliki manfaat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan pesisir karena mampu menyerap emisi karbon, mencegah abrasi pantai, serta menjaga keberlangsungan ekosistem biota laut dan kawasan muara.

Selain fungsi ekologis, ia mengatakan keberadaan hutan mangrove juga berperan dalam mendukung upaya mitigasi bencana dengan menjadi benteng alami yang dapat membantu mengurangi dampak tsunami pascagempa di wilayah pesisir.

Menurut dia, kawasan mangrove yang terkelola dengan baik juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan wisata alam dan edukasi lingkungan berbasis keberlanjutan.

Baca juga: Telkomsel dukung konservasi mangrove Ngurah Rai dengan teknologi IoT

Melalui kegiatan tersebut, Telkomsel berharap partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan terus meningkat sehingga dapat mendukung upaya pengurangan emisi karbon, perlindungan ekosistem pesisir, dan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tengah.

Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |