Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Roeslani di kediaman pribadinya di Kertanegara, Jakarta, Minggu, membahas pengelolaan aset negara agar lebih optimal guna menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
Dihubungi di Jakarta, Minggu, Teddy menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membahas percepatan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta penguatan sektor-sektor baru yang berpotensi menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional.
"Dalam pertemuan ini dibahas percepatan transformasi BUMN dan penguatan sektor-sektor baru penggerak pertumbuhan ekonomi nasional," kata Teddy.
Menurut dia, salah satu pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah peluang pertumbuhan ekonomi baru yang dapat didorong melalui Danantara Indonesia, termasuk penguatan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional.
Sektor tersebut mencakup penyelenggaraan kegiatan olahraga, konser musik, dan industri kreatif yang dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, serta meningkatkan perputaran ekonomi nasional.
Selain itu, Presiden juga mendapatkan laporan mengenai perkembangan proses konsolidasi dan transformasi BUMN yang saat ini terus berjalan.
Teddy menyebutkan bahwa dari sekitar 1.077 entitas BUMN yang ada saat ini, sebanyak 258 entitas telah berhasil dikonsolidasikan. Pemerintah menargetkan sekitar 300 entitas lainnya dapat segera dikonsolidasikan pada tahap berikutnya.
"Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara," ujar Teddy.
Baca juga: Seskab Teddy gagas Kompetisi Setkab Gengs untuk dukung Asta Cita
Baca juga: Sabtu dini hari, Teddy dan Kepala BNN diskusi peredaran gelap narkoba
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































