Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Pusat menyiapkan revitalisasi Taman Sumenep, Menteng, dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah sehingga menjadi ruang publik yang asri, natural, dan fungsional.
Wali Kota Jakarta Pusat Arifin juga meminta Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) agar segera menyusun master plan revitalisasi taman tersebut.
“Langkah ini diambil untuk mengharmonisasikan penataan taman dengan pengelolaan saluran air Kali Gresik serta melibatkan berbagai perangkat daerah terkait,” kata Arifin dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat.
Dia mengatakan revitalisasi itu tidak hanya berfokus pada aspek pertamanan karena Taman Sumenep berbatasan langsung dengan aliran Kali Gresik.
Menurut dia, pelaksanaan revitalisasi tersebut juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan anggaran yang cukup signifikan.
“Kita ingin tempat ini ramai dikunjungi, anak-anak bisa bermain, dan masyarakat bisa menikmati taman yang tertata rapi, natural, dan bebas dari masalah lingkungan,” ujar Arifin.
Baca juga: Dugaan pungli, Wali Kota Jakpus periksa tarif parkir di Jalan Sumenep
Sementara itu, Kepala Sudin Tamhut Jakarta Pusat Mila Ananda mengatakan Taman Sumenep menjadi salah satu program prioritas revitalisasi pada 2026 dan saat ini memasuki tahap penyusunan konsep awal.
Dia menuturkan cakupan desain yang semula terbatas dari pintu masuk dekat Jalan Sudirman hingga area Car Free Day (CFD) akan diperluas hingga pusat penjualan ikan hias (CPG) di ujung taman.
Pembangunan fisik, kata Mila, dilakukan pada 2027, prioritasnya meliputi revitalisasi dan penguatan struktur jembatan ikonik, penambahan fasilitas duduk, serta penyelarasan warna pedestrian dengan tema taman.
Sudin Tamhut juga akan berkoordinasi dengan Sudin Sumber Daya Air terkait revitalisasi turap dan bangunan UPK Badan Air sehingga penataan kawasan tersebut menjadi satu kesatuan visual.
"Kami upayakan membuat konsep yang selaras dengan tema keseluruhan taman. Layout total tidak akan berubah drastis, namun akan ada pemercantik dan penambahan sarana prasarana," terang Mila.
Baca juga: FLONA 2026 jadi ruang edukasi keanekaragaman hayati Nusantara
Baca juga: Konsep enam zona ekoregion jadi daya tarik Festival Flora dan Fauna
Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































