Taman Bacaan Masyarakat hidupkan literasi di rumah ibadah hingga lapas

3 months ago 15
Ada penggerak dan konseptor, tetapi mereka kemudian disatukan dalam satu forum ini untuk bisa berbagi pandangan dan pengalaman...

Jakarta (ANTARA) - Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) E. Aminudin Aziz menyampaikan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) mampu menghidupkan gerakan literasi di seluruh lini kehidupan masyarakat, mulai dari rumah ibadah hingga lembaga pemasyarakatan (lapas).

Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz dalam Festival Literasi Perpusnas 2025 yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa, menyampaikan TBM hadir bukan sebatas sebagai gerakan seremonial, melainkan benar-benar hadir secara berkelanjutan untuk memberikan akses literasi kepada masyarakat di akar rumput.

"Perpusnas terus berupaya agar program-program itu betul-betul dirasakan dan menjadi bagian bersama di masyarakat karena kita menggerakkan potensi mereka dengan berbagai program yang membumi, agar buku-buku yang kita sampaikan kepada desa, kelurahan, TBM, perusahaan perusahaan, rumah ibadah, puskesmas, hingga lapas ini benar-benar menyentuh," ujar dia.

Aminudin mengemukakan, TBM menjadi dasar bagi mereka yang bergerak di masyarakat untuk menggiatkan literasi. Oleh karena itu, Perpusnas melalui Festival Literasi 2025 memberikan penghargaan bagi para pegiat TBM, siswa, dan seluruh masyarakat yang selama ini terlibat secara aktif membudayakan kegiatan membaca.

"Kalau sebelumnya gerakan ini mungkin tidak terlalu tampak, itulah yang kemudian diangkat dan itu yang menjadi modal sosial dari kegiatan apresiasi Festival Literasi yang kita laksanakan tahun ini. Dengan kata lain, keterlibatan dari seluruh aspek masyarakat itu menjadi lebih besar, sehingga kami istilahnya tinggal 'klik' saja, mereka langsung bergerak, ini adalah tujuan utamanya, membangun kesadaran bersama," kata Aminudin.

Baca juga: Perpusnas ajak anak muda jadi inspirator gerakan literasi di medsos

Ia menegaskan, pemberian penghargaan kepada pegiat literasi juga tidak boleh berhenti begitu saja, tetapi harus terus dijalankan secara berkelanjutan hingga ke seluruh pelosok daerah.

"Kami memberikan peluang kepada mereka yang tadi masuk kategori para pegiat yang hebat, juara di masing-masing provinsi untuk berkreasi, tampil, kami biarkan mereka. Tadinya, kawan-kawan semua ragu, tetapi, saya yakin mereka punya talenta literasi yang sudah sangat terasa, maka tadi mereka tampil dengan luar biasa," ucapnya.

Aminudin menambahkan, Festival Literasi 2025 juga menghadirkan dialog literasi untuk membangun kesadaran bagi seluruh pegiat literasi bahwa ada benang merah yang dapat mereka bangun di akar rumput dengan yang ada dalam tingkat berpikir.

"Artinya, ada penggerak dan konseptor, tetapi mereka kemudian disatukan dalam satu forum ini untuk bisa berbagi pandangan dan pengalaman, sehingga ini yang akan memberikan inspirasi-inspirasi baru," tuturnya.

Baca juga: Perpusnas tampilkan naskah Nusantara sebagai jati diri di Spanyol

Festival Literasi Perpusnas 2025 menegaskan peran literasi sebagai jembatan antara pengetahuan dan pembangunan sosial. Perpusnas mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif membaca, menulis, dan berkarya demi meningkatkan kualitas hidup serta memperkokoh jati diri bangsa.

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |