Tak hanya bela negara, prajurit Yonif TP diminta berdayakan masyarakat

3 weeks ago 7

Kutai Barat (ANTARA) - Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) harus mampu menjadi garda terdepan membela negara dan mendukung pembangunan ekonomi masyarakat.

"Batalyon teritorial pembangunan itu intinya adalah batalyon infantri. Batalyon infantri itu tugasnya mencari, menemukan, dan menghancurkan musuh. Nah itu yang harus dibuktikan. Sedangkan tugas teritorial pembangunan itu tugas tambahan untuk mendukung pembangunan ekonomi kita," kata Menhan Sjafrie Sjamsoeddin di Yonif TP 827/Mahakam Cakti Yudha (MCY) di Kutai Barat, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa.

Menurut dia, upaya menjaga kedaulatan negara dan mendukung perekonomian masyarakat harus dijalankan beriringan dan berkelanjutan.

"Jadi ada dua (tugas). Tangan kiri untuk kepentingan batalyon infantri, tangan kanan untuk kepentingan pembangunan. Nah ini harus dikerjakan terus-menerus," kata Sjafrie Sjamsoeddin.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga berpesan agar sistem meritokrasi diterapkan dalam pembinaan prajurit.

"Dalam rangka pembinaan menganut filosofi merit system. Kalau merit system itu, kita tidak melihat senior dan junior, tapi kita melihat prestasi. Kita tidak lagi menggunakan sistem urut kacang. Semuanya berdasarkan siapa cepat, siapa merit. Merit itu meritokrasi, prestasi. Jadi usia itu jangan menjadi hambatan," katanya.

Dikatakannya, Mabes TNI akan menerapkan sistem meritokrasi dalam kebijakan umum pembinaan prajurit.

"Saya kira Mabes TNI AD akan menjadikan itu pola. Mabes TNI akan menjadikan kebijakan umum, tapi di dalam menentukan kebijakan nasional, ini sudah menjadi bagian dari kebijakan presiden bahwa kita tidak lagi melihat pembinaan personel itu secara normatif, tapi secara eksploratif. Eksploratif artinya siapa yang mampu untuk mendapatkan peluang berdasarkan kemampuannya akan didorong maju ke depan," kata Sjafrie Sjamsoeddin.

Dalam kunjungan tersebut, Menhan didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, dan sejumlah pejabat TNI lainnya.

Baca juga: Tinjau Yonif TP 827/MCY, Menhan: Penerapan merit system bina anggota

Baca juga: Satgas Kuala dipimpin Wakil Panglima TNI, diperkuat 200 personel

Baca juga: Pastikan kesiapan operasional, Menhan tinjau pembangunan BTP 846

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |