Syngenta dukung pengembangan budi daya kakao produktif berkelanjutan

2 days ago 4
Kami terus membersamai petani dalam mendorong praktik berkelanjutan yang dapat mendukung produktivitas tanaman kakao.

Jakarta (ANTARA) - Syngenta Indonesia menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan budi daya kakao yang produktif dan berkelanjutan melalui penyelenggaraan Festival Kakao Tangguh 2026 di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

Presiden Direktur Syngenta Indonesia Eryanto mengatakan Festival Kakao Tangguh tahun ini mengangkat fokus pada optimalisasi penyerbukan tanaman kakao sebagai salah satu upaya untuk mendukung peningkatan produktivitas.

“Kami terus membersamai petani dalam mendorong praktik berkelanjutan yang dapat mendukung produktivitas tanaman kakao," kata dia, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Kegiatan yang berlangsung dua hari tersebut meliputi pelatihan keanekaragaman hayati dan polinator pada kakao, lomba polinasi manual, serta lomba bobot buah kakao.

Festival Kakao Tangguh selama penyelenggaraannya diikuti lebih dari 300 petani dan 50 penyuluh pertanian dari wilayah Kabupaten Kolaka Utara dan sekitarnya.

Dalam pelatihan yang diselenggarakan bersama Universitas Halu Oleo, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai penyerbuk bunga kakao, serangga bermanfaat, serta pentingnya keanekaragaman hayati dalam ekosistem perkebunan kakao.

Pemahaman mengenai peran pollinator dan cara mendukung keberadaannya di perkebunan menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong penyerbukan alami tanaman kakao.

Selain itu, petani diperkenalkan pada pendekatan agroforestri, yaitu sistem budi daya yang mengombinasikan tanaman kakao dengan tanaman lainnya.

Pendekatan ini tidak hanya dapat mendukung keanekaragaman hayati di lahan pertanian, tetapi juga berpotensi memberikan nilai ekonomi tambahan bagi petani melalui pemilihan tanaman yang sesuai untuk dikombinasikan dengan kakao.

"Saya optimis bahwa dengan kolaborasi berbagai pihak, kita dapat bersama-sama mendorong masa depan pertanian kakao yang semakin tangguh dan berkelanjutan” ujar Eryanto

Akademisi Universitas Halu Oleo Dr Awaluddin mengapresiasi kolaborasi pelaku usaha, perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan pemahaman petani mengenai keanekaragaman hayati dalam budi daya kakao.

"Kegiatan seperti ini sangat baik karena memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada petani mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem sebagai bagian dari praktik pertanian berkelanjutan,” ujarnya.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kolaka Utara Kamal Mustafah menilai peningkatan keterampilan dan pengetahuan untuk mendukung produktivitas sangat bermanfaat bagi petani maupun para pihak terkait.

"Saya berharap pertanian kakao akan terus menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat dan semakin banyak petani kakao yang dapat meningkatkan kesejahteraannya,” ujarnya.

Produksi kakao Kabupaten Kolaka Utara saat ini mencapai 65.000 ton per tahun dengan produktivitas 1,2 ton per hektare serta luas areal sekitar 78.969 hektare.

Melalui edukasi, kolaborasi, dan penerapan praktik budi daya yang lebih ramah terhadap ekosistem, Festival Kakao Tangguh 2026 diharapkan dapat mendorong semakin banyak petani untuk mengadopsi praktik pertanian berkelanjutan sekaligus menghadapi tantangan produktivitas dan keberlanjutan sektor kakao di masa depan.

Baca juga: Pemkab angkat potensi cokelat Banyuwangi lewat festival

Baca juga: Khofifah optimistis kopi-kakao Jatim tembus pasar global

Pewarta: Subagyo
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |