Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas (Sudin) Sumber Daya Air (SDA) Kepulauan Seribu merampungkan pembangunan tiga pintu air pasang surut di Pulau Sabira, RW 03, Kelurahan Pulau Harapan, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, untuk meningkatkan keamanan warga dari dampak pasang air laut.
“Pembangunan pintu air tersebut merupakan tindak lanjut aspirasi warga Pulau Sabira yang kerap terdampak limpasan air laut akibat celah pada tanggul saat pasang tinggi,” kata Kepala Suku Dinas SDA Kepulauan Seribu Mustajab di Jakarta, Senin.
Dia menyebutkan masing-masing pintu air itu dibuat di sisi barat Pulau Sabira, RT 02/03, sisi barat daya di RT 01/03, serta sisi barat laut Pulau Sabira di RT 03/03,
Masing-masing pintu air tersebut, kata dia, memiliki ukuran 1,5x1,2 meter dan pembangunannya dikerjakan oleh pihak ketiga selama 45 hari, dimulai dari Oktober hingga awal Desember 2025.
"Semoga pembangunan ini dapat memberikan perlindungan jangka panjang bagi Pulau Sabira, serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan warga dari dampak pasang laut," ujar Mustajab.
Selain berfungsi sebagai pintu air pasang surut, menurut dia, fasilitas tersebut juga berperan sebagai sarana sirkulasi air di area belakang tanggul sehingga mampu menjaga ekosistem mangrove yang telah ditanam sebagai sabuk hijau pulau.
"Melalui keberadaan pintu air ini, sirkulasi air di belakang tanggul tetap berjalan, sehingga kawasan mangrove dapat tumbuh dengan baik dan berfungsi sebagai pelindung alami pulau," ungkap Mustajab.
Sementara itu, salah seorang warga RW 03, Kelurahan Pulau Harapan, Hamdani mengapresiasi Suku Dinas SDA Kepulauan Seribu yang telah merealisasikan pembangunan pintu air tersebut.
"Terima kasih, pintu air ini sangat membantu warga, terutama saat pasang tinggi karena dapat mencegah air laut masuk ke permukiman," tutur Hamdani.
Baca juga: Bupati Kepulauan Seribu ajak warga jaga kebersihan kawasan pesisir
Baca juga: Jelang Natal-Tahun Baru, DKI salurkan pangan murah ke Kepulauan Seribu
Baca juga: Kepulauan Seribu antisipasi banjir rob di kawasan wisata
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































