Sudin LH prioritaskan angkut sampah lama di Pasar Induk Kramat Jati

3 weeks ago 14

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kecamatan Kramat Jati memprioritaskan pengangkutan sampah lama di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menekan bau menyengat yang berpotensi menimbulkan keluhan warga sekitar.

"Kita prioritaskan pengangkutan di sampah lama terlebih dahulu agar meminimalisir bau yang ditimbulkan dari sampah ini," kata Kepala Satuan Pelaksana Sudin LH Kecamatan Kramat Jati Dwi Firmansyah di Jakarta, Selasa.

Dia menyebutkan sampah lama memiliki tingkat pembusukan lebih tinggi dibandingkan sampah baru sehingga menjadi sumber utama bau tidak sedap.

"Sampah lama warnanya sudah hitam dan menimbulkan bau. Kalau sampah baru, belum terjadi pembusukan. Karena itu, kita fokus angkut sampah lama terlebih dahulu supaya tidak menimbulkan komplain dari warga," jelas Dwi.

Dalam proses pengangkutan, petugas menghadapi kendala teknis akibat kondisi sampah yang bercampur dan basah.

Timbunan sampah yang padat menyulitkan pengambilan menggunakan sekop (shovel) karena material harus dicongkel terlebih dahulu.

"Kalau langsung di-shovel, karena padat, alat bisa sampai mengangkat ban belakang. Jadi, kita pakai backhoe untuk menggemburkan sampah agar lebih mudah dinaikkan ke truk," ucap Dwi.

Selain itu, kata dia, faktor cuaca turut mempengaruhi kelancaran pengangkutan. Saat hujan deras, aktivitas pengangkutan terpaksa dihentikan sementara demi menjaga keselamatan operator dan petugas yang menutup terpal armada.

Meskipun menghadapi berbagai kendala, pengangkutan sampah di Pasar Induk Kramat Jati tetap dilakukan setiap hari tanpa libur.

Baca juga: Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati mulai berkurang

Namun, tingginya tumpukan sampah harian yang mencapai 180 hingga 200 ton membuat kapasitas angkut sering kali tidak sebanding dengan jumlah sampah yang dihasilkan.

Selain itu, Dwi menyebutkan kondisi semakin berat pada akhir November hingga Desember. Kemudian, saat sejumlah armada pengangkut menjalani perbaikan dan pemeliharaan, kapasitas angkut menurun drastis dan memicu penumpukan.

Setelah armada kembali beroperasi, Sudin LH Kramat Jati kini memaksimalkan pengangkutan. Dalam lima hari terakhir, hampir 168 kendaraan telah dikerahkan untuk mengurangi timbunan sampah di Pasar Induk Kramat Jati.

"Sekarang, pengangkutan sudah kembali optimal. Kita terus kejar agar kondisi cepat normal dan bau bisa ditekan semaksimal mungkin," tutur Dwi.

Tumpukan sampah lama di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, semakin berkurang signifikan setelah dilakukan pengangkutan intensif selama lima hari terakhir oleh Sudin LH Jakarta Timur.

Penanganan masif dilakukan dengan mengerahkan ratusan armada truk menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, sehingga hampir seluruh sampah lama yang sempat menggunung kini telah diangkut.

Hingga hari ke-lima penanganan, sebanyak sekitar 168 truk telah dikerahkan untuk mengangkut sampah lama dengan total volume mendekati 2.000 ton.

Pada Senin (12/1), Sudin LH Jakarta Timur kembali memploting 36 kendaraan dengan target pengangkutan tambahan sekitar 350 hingga 500 ton. Dengan skema pengangkutan dua rit, total sampah yang dapat diangkut diproyeksikan mencapai lebih dari 2.300 ton.

Pengurangan tumpukan sampah tersebut turut berdampak pada berkurangnya bau menyengat yang sebelumnya dikeluhkan warga sekitar pasar.

Baca juga: Personel gabungan angkut 450 ton sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Sebelumnya, Sudin LH Jakarta Timur menargetkan penanganan lonjakan timbulan sampah di Pasar Induk Kramat Jati dapat dituntaskan dalam waktu lima hari.

Langkah tersebut diambil menyusul peningkatan volume sampah secara signifikan selama musim buah, yang menyebabkan penumpukan di sejumlah titik kawasan pasar.

Sebanyak 25 armada perbantuan dikerahkan untuk melakukan penanganan sampah secara intensif agar akumulasi sampah tidak mengganggu aktivitas pasar dan lingkungan sekitar.

Armada pengangkut sampah diprioritaskan untuk melakukan dua rit pengangkutan per hari menuju TPST Bantargebang agar tumpukan sampah dapat segera terurai.

Dalam pelaksanaan perbantuan itu, Sudin LH Jakarta Timur mengerahkan 23 pengemudi, dua operator alat berat, serta empat pengawas lapangan.

Selain itu, proses pengangkutan sampah juga melibatkan 13 unit kendaraan berat (dump truck), 10 unit tronton, dan dua unit sekop (shovel loader) untuk mempercepat proses pemindahan dan pengangkutan sampah di area pasar.

Pengangkutan sampah secara intensif itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda)Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 102 Tahun 2021 tentang Kewajiban Pengelolaan Sampah di Kawasan dan Perusahaan, kawasan komersial.

Baca juga: Sudin LH Jaktim targetkan lima hari atasi lonjakan sampah Kramat Jati

Baca juga: Keterbatasan armada picu penumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati

Pewarta: Siti Nurhaliza
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |