Jakarta (ANTARA) - Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menegaskan SMK Go Global merupakan program direktif Presiden untuk menyiapkan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) yang kompeten, siap kerja, dan siap ditempatkan sesuai kebutuhan pasar kerja luar negeri.
"Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas dan daya saing PMI melalui peningkatan kapasitas yang selaras dengan kebutuhan industri, negara tujuan, serta peluang penempatan PMI terampil," kata Menteri P2MI Mukhtarudin kepada ANTARA, Jakarta, Kamis.
Dia menyebutkan bahwa hingga 17 September 2026, pendaftaran Batch I program tersebut telah mencapai 18.110 peserta, dengan 4.601 peserta sedang mengikuti pelatihan.
Pendaftaran masih berlangsung di beberapa daerah untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Sementara itu, proses verifikasi dokumen seluruh pendaftar masih berjalan.
Untuk 2026, pemerintah menargetkan 40.000 CPMI mendapatkan peningkatan kapasitas melalui program SMK Go Global tersebut.
Target tersebut dilaksanakan secara bertahap melalui Batch I sebanyak 12.000 peserta dan Batch II sebanyak 28.000 peserta.
Memasuki akhir September, pelaksanaan Batch II akan segera dimulai untuk memperluas cakupan program dan menjangkau lebih banyak calon PMI di berbagai daerah.
Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan Program Peningkatan Kapasitas sesuai dengan kebutuhan pasar kerja luar negeri dan negara tujuan.
Pembinaan mencakup pelatihan bahasa, keterampilan teknis, dan sertifikasi kompetensi, dengan durasi yang disesuaikan berdasarkan jenis pelatihan dan kompetensi yang dibutuhkan.
Program tersebut juga menghubungkan peningkatan kapasitas dengan peluang penempatan.
Peserta yang telah menyelesaikan pembinaan dan memenuhi persyaratan akan difasilitasi dalam proses job matching sesuai kebutuhan pasar kerja luar negeri.
Selanjutnya, peserta menjalani tahapan penempatan, termasuk pemeriksaan kesehatan, pemenuhan kelengkapan dokumen, pengurusan visa, dan persyaratan lainnya sesuai negara tujuan.
"Dengan pendekatan tersebut, SMK Go Global diarahkan menghasilkan PMI yang kompeten dan siap ditempatkan," kata Mukhtarudin.
Dari sisi ekonomi, peningkatan kompetensi dan daya saing CPMI diharapkan membuka peluang bagi PMI untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya, dengan penghasilan dan pelindungan yang lebih baik.
Penempatan PMI terampil melalui remitansi, kata dia, dapat meningkatkan kesejahteraan bagi keluarga pekerja migran dan perekonomian daerah asal serta menambah cadangan devisa nasional.
Pada akhirnya, penguatan kualitas dan penempatan PMI terampil melalui SMK Go Global, kata Mukhtarudin, merupakan bagian dari tujuan lebih besar direktif Presiden.
"Yaitu membangun sumber daya manusia Indonesia yang semakin kompeten dan berdaya saing, sekaligus memastikan peluang kerja di luar negeri dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi PMI, keluarga, dan daerah asalnya dan berkontribusi untuk ekonomi nasional," demikian kata Menteri P2MI tersebut.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































