Sering tampil di festival buat penyanyi ragu gelar konser tunggal

3 months ago 24

Jakarta (ANTARA) - Promotor musik Antara Suara menyebut banyak penyanyi Indonesia yang ragu ketika ingin menggelar konser tunggal karena terlalu sering tampil dalam berbagai acara festival.

"Itu yang kita rasain challenge-nya jadi promotor yang memang akhirnya kita mendesain untuk membuat konser tunggal bukan festival," kata CEO Antara Suara Andri Verraning Ayu dalam media gathering di Jakarta, Selasa.

Ayu menyampaikan para penyanyi asal Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang besar untuk meramaikan panggung musik dunia.

Beberapa penyanyi atau grup band seperti Wali, Armada, Setia Band hingga Ungu pun telah memiliki kelompok penggemar yang cukup kuat di luar negeri. Misalnya, Malaysia yang kurang lebih tren dan genre musiknya tidak jauh berbeda dengan Indonesia.

Sama halnya dengan Sheila on 7 yang berhasil menggaet sebesar 20 persen penonton asal Malaysia saat melakukan tur bertajuk "Tunggu Aku Di" di lima kota Indonesia. Ia membeberkan penggemar asal Negeri Jiran itu bahkan sampai meminta kuota secara terpisah pada promotor jika tidak mendapatkan tiket.

Sayangnya, Ayu menilai para musisi sudah terbiasa tampil dalam festival musik atau hadir sebagai pembuka dari konser artis lain. Rasa ragu kian membesar karena lebih sering dibawa oleh promotor asing untuk mengisi acara di luar negeri, sehingga tidak percaya diri akan banyak penggemar yang hadir untuk menikmati musik.

Baca juga: Promotor sebut minim venue jadi tantangan gelar konser musik

Ia mengatakan Bassis Sheila on 7, Adam, pernah bercerita ada empat promotor asal Malaysia yang rela menunggu mereka tampil dari balik panggung hanya untuk mencocokkan jadwal tampil di sana.

Hal lain yang dibeberkan yakni alasan musisi ragu menggelar konser tunggal adalah kurangnya pemahaman terkait dengan tata cara penyelenggaraannya. Contohnya, dalam pemikiran konsep konser, target pasar yang dituju sampai dengan mencocokkan keinginan bersama promotor.

"Di sini mereka mainnya di festival, tapi ketika konser (tunggal) dibuat di sana itu (musisi) pasti jauh lebih diapresiasi," tambahnya.

Oleh karenanya, Antara Suara memutuskan untuk melakukan ekspansi ke negara lain berupa Singapura dan Malaysia untuk membantu para artis meningkatkan kualitas penampilannya sambil menonjolkan keunikan dari masing-masing pihak pada target pasar yang lebih luas.

Ekspansi ini juga jadi bagian dari strategi jangka panjang Antara Suara untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan industri musik di Asia Tenggara, serta menjawab peningkatan permintaan pasar terhadap konser dan festival lintas negara.

Alasan lainnya yakni Asia Tenggara digadang-gadang akan menjadi salah satu pasar live entertainment dengan pertumbuhan tercepat di dunia, didorong oleh meningkatnya jumlah penonton muda, digitalisasi promosi musik, serta kolaborasi lintas negara di sektor ekonomi kreatif.

Ayu menekankan pihaknya akan membangun jaringan kemitraan strategis dengan promotor regional, festival, venue, dan mitra kreatif di negara-negara Asia Tenggara dengan konser luar negeri perdana mereka yang akan segera diumumkan dalam waktu dekat. Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan industri musik lintas negara, sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi para pelaku musik Indonesia.

“Kami melihat momentum yang kuat di Asia Tenggara, di mana pertumbuhan kelas menengah dan peningkatan konsumsi hiburan langsung membuka potensi besar bagi industri musik. Antara Suara ingin memastikan musisi Indonesia menjadi bagian dari arus utama perkembangan tersebut," katanya.

Sejak didirikan, Antara Suara telah membangun reputasi sebagai promotor yang menghadirkan konser dan festival dengan standar produksi tinggi dan pendekatan artistik yang kuat. Portofolio konser Antara Suara mencakup nama-nama besar seperti Dewa 19, Sheila On 7, Hindia, .Feast, D’Masiv, RAN, dan Seringai, serta festival berskala nasional seperti Swara Prambanan, Suara Tana Timur, dan Jakarta Music Con.

Baca juga: Agensi bantah BTS gelar 65 konser global di tahun 2026

Baca juga: D’Professor Band incar rekor MURI ketiga lewat konser internasional

Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |