Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 1.295 personel gabungan dari Polri, TNI dan Pemerintah Provinsi DKI menjaga laga Persija vs Bhayangkara untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan para suporter kedua tim di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.
"Pelayanan dilakukan secara humanis, santun dan profesional. Seluruh personel tidak dibekali senjata api," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro di Jakarta, Senin.
Menurut dia, pertandingan Persija Jakarta melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC dijadwalkan dimulai pada pukul 19.00 WIB.
Untuk mendukung kelancaran jalannya pertandingan, mereka disebar di dalam stadion hingga seluruh area sekitar GBK.
Ia juga mengingatkan para koordinator lapangan (korlap) suporter untuk berperan aktif menjaga ketertiban serta mencegah terjadinya keributan antarsuporter.
Baca juga: Final AFF U-23, Polisi terjunkan 1.252 personel gabungan
Kapolres menegaskan larangan membawa senjata tajam, suar (flare), petasan, kembang api, minuman keras, serta bambu atau kayu yang digunakan sebagai tiang bendera ke dalam stadion.
Selain itu, suporter juga diimbau tidak merusak fasilitas umum dan tetap waspada terhadap potensi kejahatan seperti copet dan jambret.
"Amankan barang-barang pribadi seperti ponsel, dompet dan perhiasan. Kami akan bertindak tegas, namun tetap profesional apabila ditemukan suporter yang anarkis atau membawa barang terlarang ke dalam stadion," ujarnya.
Selain itu, masyarakat yang melintas di sekitar kawasan GBK Senayan Jakarta Pusat diimbau untuk mencari jalur alternatif selama pertandingan berlangsung guna mengurangi kepadatan lalu lintas.
Pengaturan arus lalu lintas akan diberlakukan secara situasional sesuai dengan eskalasi di lapangan.
Baca juga: Polisi siapkan 2.898 personel amankan laga Persija vs Persebaya di GBK
“Kami berharap kerja sama seluruh pihak agar pertandingan ini berjalan lancar dan dapat dinikmati bersama dalam suasana aman dan kondusif," katanya menambahkan.
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































