Sambangi kafe Wamena, Wapres temui pegiat kopi agar UMKM naik kelas

3 weeks ago 16

Wamena, Papua Pegunungan (ANTARA) - ‎Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyambangi salah satu kafe di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa malam untuk bertemu para pegiat kopi dan pelaku ekonomi kreatif guna mendorong agar UMKM naik kelas.

‎Dalam pertemuan yang hangat dan santai itu, Wapres menyerap aspirasi pelaku UMKM yang selama ini berperan aktif mendorong ekonomi kerakyatan di wilayah Papua Pegunungan.

‎Kegiatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya penguatan ekonomi rakyat berbasis potensi lokal, peningkatan nilai tambah komoditas unggulan daerah, serta pemberdayaan UMKM sebagai pilar utama pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga: Sentuhan teknologi "coffee nose" untuk menjaga kualitas kopi Papua

‎Dalam kesempatan itu, Wapres berdiskusi dengan Asosiasi Petani dan Penggiat Kopi Papua Pegunungan (PPKPP) yang dipimpin oleh Lemeus Franky Gombo.

‎Asosiasi yang dibentuk pada 2022 ini bertujuan merangkul anak muda Jayawijaya dan saat ini menaungi petani serta pegiat kopi dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan.

‎Produk kopi dari para petani dalam asosiasi tersebut telah menorehkan prestasi internasional, termasuk meraih penghargaan dalam kompetisi kopi di Australia, serta diekspor secara rutin ke berbagai negara seperti Belanda, Italia, Australia, dan Kanada dengan volume sekitar dua ton per negara setiap dua bulan.

Baca juga: BI libatkan 21 pelaku usaha kopi pada sewindu Festival Kopi Papua

‎Usai pertemuan, Ketua Asosiasi PPKPP Franky Gombo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wakil Presiden.

‎"Kami dari asosiasi petani dan penggiat kopi Provinsi Papua Pegunungan merupakan representasi dari seluruh petani kopi di delapan kabupaten. Kunjungan Bapak Wakil Presiden ini membawa harapan besar, sukacita, dan semangat bagi masyarakat Papua, khususnya dalam penguatan UMKM," katanya.

‎Menurut Franky, UMKM yang kuat akan berdampak langsung pada ketahanan ekonomi nasional.

Baca juga: Transaksi kopi Papua capai Rp1,6 miliar di World of Coffee Jakarta

‎Ia menjelaskan bahwa asosiasi telah mengikuti berbagai ajang internasional dalam beberapa tahun terakhir dan memperoleh pengakuan sebagai kopi grade 1 terbaik dunia.

‎"Permintaan bisa mencapai 50 hingga 200 ton per minggu. Ini menjadi tantangan karena kami tidak bisa berjalan sendiri. Karena itu kami menyampaikan kepada Bapak Wakil Presiden pentingnya kerja sama dari hulu ke hilir," katanya.

‎Franky menambahkan bahwa dukungan yang dibutuhkan tidak hanya berupa bantuan alat produksi, tetapi juga penguatan manajerial, pelatihan, serta pendampingan berkelanjutan.

Baca juga: Bea Cukai Kawal Ekspor 1,2 Ton Kopi Papua ke Jepang dan Belanda

‎Ia berharap adanya pusat pelatihan dan pendampingan yang terus dimonitor, sehingga pengembangan UMKM dan kopi unggulan Papua Pegunungan benar-benar berkelanjutan.

‎Dalam pertemuan tersebut, hadir juga pengusaha dan pegiat kopi Papua Pegunungan, seperti Denny Jigibalom, pionir pengembangan Kopi Tiom dari Kabupaten Lanny Jaya.

‎Denny dikenal konsisten mengembangkan kopi Arabika dataran tinggi Papua Pegunungan sejak 1995 dan menjadi inspirasi bagi generasi muda melalui penguatan ekonomi kerakyatan berbasis perkebunan kopi.

Baca juga: BI tampilkan kopi Papua di ajang Specialty Coffee Association of Japan

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |