Sakuranesia fasilitasi kerja sama pendidikan vokasi RI-Jepang

3 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Yayasan Sakuranesia memfasilitasi kerja sama pendidikan vokasi Indonesia-Jepang untuk pengembangan sumber daya manusia (SDM), melalui agenda penandatanganan kemitraan.

Founder Sakuranesia Tovic dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa kerja sama itu ditandai dengan misi kunjungan Dekan Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Agus Maryono ke Jepang.

"Sakuranesia akan terus mendorong pengembangan sumber daya manusia yang memberi nilai bagi masyarakat melalui kerja sama antara Jepang dan Indonesia," katanya.

Sebagai penghubung antara institusi pendidikan di Jepang dan Indonesia, Sakuranesia menyelenggarakan forum pertukaran pandangan serta penandatanganan kemitraan pendidikan di Jepang.

Selama kunjungan, Prof Agus Maryono juga melakukan peninjauan lapangan terhadap praktik pendidikan STEAM usia dini di Azalee Group, Edogawa, serta mengadakan diskusi dengan Chairman Sanko Gakuen, Kazuhiko Hiruma, dan pihak terkait.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri Tovic, disepakati dimulainya pilot project di bidang pendidikan vokasi.

Baca juga: Yayasan Sakuranesia pererat hubungan pendidikan Indonesia-Jepang

Selain itu, seremoni kemitraan pendidikan juga dilaksanakan di Kampus Fukuoka, Japan University of Economic (bagian dari Tsuzuki Gakuen Group), sebagai langkah awal penguatan kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia antara Jepang dan Indonesia.

Melalui pertukaran pandangan dengan kelompok pendidikan swasta terkemuka di Jepang, kata Tovic, inisiatif Sakuranesia untuk membangun fondasi hubungan persahabatan jangka panjang yang berkontribusi pada perkembangan kedua negara diharapkan dapat terus berkembang di masa depan.

Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada dikenal dengan pendekatan pendidikan berbasis praktik dan berorientasi internasional. Pada tahun keempat, mahasiswa diwajibkan mengikuti program magang atau studi di luar negeri.

Setiap tahun, sekitar 30 persen mahasiswa memperoleh pengalaman internasional melalui skema tersebut.

Melalui kerja sama ini, diharapkan mahasiswa Indonesia dapat memperluas kesempatan memperoleh pengalaman industri di Jepang, pemahaman lintas budaya, serta keterampilan praktis yang akan mendukung peran mereka dalam kontribusi terhadap pembangunan masyarakat di masa depan.

Baca juga: Sakuranesia jajaki kolaborasi pendidikan dan budaya di Kyoto

"Kemitraan ini tidak hanya berfokus pada pertukaran pendidikan, tetapi juga bertujuan membangun fondasi bagi generasi muda kedua negara untuk saling memahami, belajar bersama, dan menopang masa depan masyarakat secara berkelanjutan," katanya.

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |