Ruud ubah gaya bermain dengan pelajari permainan petenis muda

3 weeks ago 28

Jakarta (ANTARA) - Petenis Norwegia Casper Ruud mengubah gaya bermain dengan mempelajari teknik petenis muda menjelang laga pertamanya di ASB Classic 2026 setelah turun di ajang beregu campuran United Cup.

Ruud, yang pernah mencapai peringkat tertinggi nomor dua dunia dan mencapai tiga final turnamen mayor, mengamati evolusi gelombang baru dari petenis muda yang dipelopori oleh Joao Fonseca yang berusia 19 tahun dan Jakub Mensik yang berusia 20 tahun.

"Melihat bagaimana permainan telah berubah membuat saya menyadari bahwa mungkin saya perlu sedikit mengubah permainan saya. Dalam upaya mencari peningkatan, saya banyak mempelajari para pemain muda selama beberapa minggu dan bulan terakhir tentang bagaimana permainan saya perlu berkembang untuk menghadapi gaya tenis mereka," kata Ruud dikutip dari ATP, Rabu.

Baca juga: Ruud puji Swiatek setelah kemenangan ganda campuran US Open

Baca juga: Khachanov singkirkan Ruud untuk capai perempat final di Toronto

Tidak hanya dua bintang muda tersebut, dalam dua tahun terakhir Carlos Alcaraz dan Jannik Sinner juga mendominasi tur dengan memenangi delapan gelar Grand Slam.

Ruud membangun kariernya dengan pukulan topspin yang kuat, konsistensi fisik, dan konstruksi poin, terutama dari sisi forehand di lapangan tanah liat. Namun, melawan para bintang baru, seringkali waktu terbuang sebelum pola-pola tersebut dapat berkembang sepenuhnya.

Tantangan itu tercermin dalam head to head melawan Alcaraz dan Sinner. Ruud hanya memiliki satu kemenangan dari enam pertemuan dengan Alcaraz yaitu di Nitto ATP Finals 2024 dan dia masih mencari kemenangan pertamanya melawan Sinner setelah empat kekalahan.

Ruud percaya bahwa selisih kemenangan ditentukan oleh kekuatan serangan di kedua sisi lapangan, bukan hanya satu sisi.

"Generasi ini terdiri dari Sinner sebagai yang tertua, lalu ada Fonseca yang termuda. Di kelompok usia itu, antara lima dan enam tahun, mereka benar-benar memukul bola dengan keras dan memainkan gaya tenis yang berbeda," kata Ruud, yang 14 kali menjuarai ATP Tour 14 kali.

Dia menyebut, para petenis belia saat ini memiliki pukulan yang hebat baik forehand maupun backhand.

"Lihat Mensik, saya kalah melawannya minggu lalu di United Cup. Dia memiliki servis yang hebat dan memukul backhand dengan keras dari kedua sisi. Anda akan semakin sering melihatnya," tutur petenis berusia 27 tahun itu.

Ruud meraih kemenangan pertamanya di musim 2026 melawan favorit tuan rumah Alex de Minaur di United Cup di Sydney sebelum kalah dari Mensik dalam pertandingan ketat dua set.

Dia kini tiba di ATP 250 Auckland sebagai unggulan kedua, bertekad untuk segera menerapkan pelajaran-pelajaran tersebut.

Dalam undian di mana ia bisa menghadapi Mensik lagi di semifinal, Ruud akan memulai perjuangannya dengan bertemu petenis Italia Fabian Marozsan, Rabu.

Baca juga: Juara dua kali Ruud menangi laga pembukanya di Swiss Open

Baca juga: Janice Tjen melaju ke semifinal Hobart International 2026

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |