Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan mengatakan, pihaknya menargetkan adanya register (registry) kanker nasional dalam waktu dua tahun, dengan uji coba atau pilot project ditargetkan pada 2026 dan peluncuran pada 2027.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan di Jakarta, Selasa, bahwa register kanker ini bertujuan untuk memantau progres penanganan kanker individual hingga ke depan dan melihat kesintasan atau tingkat tahan hidup (survival rate) selama lima tahun.
"Dia mungkin ada di dalam RME-nya rumah sakit. Tapi bagaimana kita mengambil data-data tertentu yang terkait kanker supaya kita bisa jadikan dashboard, supaya kita bisa tahu, bisa ikuti dari dia didiagnosis puskesmas," katanya.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), register kanker adalah manajemen untuk pengumpulan, penyimpanan, analisis, interpretasi, dan pelaporan data terkait subjek dengan kanker. Register kanker dinilai sebagai cara menggali informasi tentang beban dan pola kanker suatu negara, serta membantu upaya pencegahan.
Selama ini, kata Nadia, data kesintasan atau tingkat tahan hidup (survival rate) kanker, seperti kanker payudara, bersumber dari BPJS Kesehatan.
Baca juga: Edukasi deteksi dini kanker payudara sasar mahasiswi di Jakarta
Menurutnya, tantangan dalam membangun register kanker nasional adalah integrasi rekam medis dari tingkat fasilitas layanan kesehatan primer (FKTP) hingga ke RS.
Nadia menyebutkan bahwa pada register kanker, akan ada integrasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), sebagai salah satu upaya pemantauan penanganan penyakit tersebut.
"Pasien kanker, misalnya dia gak dateng kan untuk misalnya kemoterapi keberapa gitu ya kan. Terus tiba-tiba meninggal. Nah di sistem registri kematian kita yang punyanya Dukcapil Itu kan gak ada penyebab. Nah itu menyambungkan lagi bahwa, Oh rupanya yang meninggal ini adalah pasien kanker," katanya.
Pihaknya akan bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri dan BPJS dalam pengembangan register kanker tersebut.
Terkait pilot project pada 2026, dia menyebutkan akan dilaksanakan di Rumah Sakit Kanker Dharmais.
Baca juga: Waspadai akrilamida, zat berbahaya pemicu kanker di makanan harian
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































