Rano Karno resmi luncurkan Jakarta Film Commission

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno secara resmi meluncurkan Jakarta Film Commission (JFC) sebagai langkah strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong Jakarta sebagai kota sinema dan pusat industri film nasional.2

"Tugasnya (JFC) mendukung pengembangan ekosistem perfilman, sekaligus memfasilitasi produksi film dan audiovisual di Jakarta melalui layanan informasi, koordinasi, dan fasilitasi industri," kata Rano di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, JFC bertugas memberikan layanan informasi, koordinasi, dan fasilitasi bagi kegiatan produksi film serta audiovisual di Jakarta.

Melalui JFC, Pemprov DKI Jakarta turut menghadirkan platform Filming in Jakarta sebagai layanan terpadu yang memudahkan proses produksi, mulai dari penyediaan informasi, koordinasi, perizinan, hingga akses ke berbagai lokasi syuting.

Menurut Rano, layanan tersebut dibutuhkan agar Jakarta semakin kompetitif sebagai lokasi produksi film.

Baca juga: DKI beri keringanan pajak 50 persen untuk jasa kesenian dan hiburan

Dia pun berharap kehadiran JFC mampu menarik investasi industri kreatif, membuka lapangan kerja bagi kru lokal, serta memperkuat citra Jakarta melalui film, serial, dan berbagai karya audiovisual.

"Jakarta Film Commission adalah wujud ekosistem one stop service untuk industri film. Saat ini, kami fokus pada program Filming in Jakarta, tetapi ke depan akan dikembangkan berbagai bentuk kolaborasi dengan pelaku industri film," tutur Rano.

JFC berada di bawah PT Jakarta Tourisindo atau Jakarta Experience Board (JXB), salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta yang bergerak dalam bidang pariwisata dan industri kreatif.

Rano mengatakan minat industri film internasional terhadap Jakarta terus meningkat. Sejumlah produser dari Korea Selatan, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam telah menyatakan ketertarikan untuk berproduksi di Jakarta.

Dia pun optimistis industri film akan menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif Jakarta.

Berdasarkan data yang diperoleh, kata dia, jumlah penonton film Indonesia sepanjang Januari-Juni 2026 telah mencapai sekitar 36 juta orang, dan diproyeksikan menembus 120 juta hingga akhir tahun ini.

Baca juga: Pemprov DKI tegaskan komitmen sederhanakan perizinan produksi film

Baca juga: Jakarta Film Commission diharapkan dorong kemajuan industri film

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |