Mendukbangga nilai DIY jadi model pembangunan keluarga berkualitas

2 hours ago 3

Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyatakan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi model pembangunan keluarga berkualitas dengan kehadiran ayah yang berkontribusi aktif dalam pengasuhan.

"Kunjungan ini kami lakukan untuk bertemu dengan komunitas ayah di Yogyakarta sebagai bagian dari agenda pembangunan keluarga yang merupakan rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas). Tema yang diangkat adalah 'Ayah Wajib Hadir' dan DIY ini sebagai contoh yang baik dalam pembangunan keluarga," kata dia dalam acara Ngobrol Perkara Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) di Kantor Wali Kota DIY, Jumat.

Wihaji mengemukakan, Yogyakarta dipilih sebagai percontohan karena memiliki angka harapan hidup yang tinggi. Selain itu, indikator pembangunan keluarga di DIY juga dinilai baik.

"Yogyakarta merupakan daerah yang sangat plural sehingga disebut sebagai 'Indonesia mini' dan layak menjadi contoh bagi daerah lain," kata dia.

Mendukbangga mengingatkan, berdasarkan pendataan keluarga, sekitar 25 persen anak mengalami fatherless atau kehilangan figur ayah. Oleh karena itu, pemerintah menjalankan program Gerakan Ayah Mengambil Rapor (Gemar) sebagai upaya mengajak ayah lebih terlibat dalam kehidupan anak.

"Peran ayah tidak hanya sebatas memenuhi kebutuhan ekonomi atau membayar biaya sekolah, tetapi juga memenuhi kebutuhan psikologis anak melalui kehadiran dan komunikasi. Saya mengapresiasi banyaknya ayah yang hadir dalam kegiatan ini," ucap Wihaji.

Dalam acara tersebut, Wihaji juga mengajak komunitas ayah untuk turut berkontribusi dan berbagi peran dalam pengasuhan. Seorang peserta juga memberi masukan terkait pentingnya mendirikan organisasi yang bergerak dalam perlindungan anak, perempuan, dan keluarga, termasuk ayah.

"Presiden memberikan perhatian besar terhadap generasi masa depan Indonesia. Oleh karena itu, Kemendukbangga/BKKBN mendapatkan arahan langsung untuk fokus pada pembangunan keluarga. Perubahan nomenklatur dari BKKBN ke Kemendukbangga menunjukkan pentingnya keluarga sebagai unit terkecil dalam pembangunan bangsa," demikian Wihaji.

Baca juga: Mendukbangga kumpulkan para ayah di Yogyakarta

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |