Rafale melesat cepat, bawa Indonesia semakin kuat

5 hours ago 4
Kehadiran Rafale diharapkan bukan hanya menjadi simbol modernisasi alat utama sistem senjata, tetapi juga pintu masuk bagi Indonesia menuju era teknologi pertahanan yang lebih maju dan mandiri.

Jakarta (ANTARA) - Deru mesin pesawat tempur Rafale akhirnya benar-benar terdengar di langit Indonesia pada Mei 2026. Kehadiran jet tempur generasi 4,5 buatan Dassault Aviation, Prancis, itu bukan sekadar penambahan armada baru bagi TNI AU, melainkan juga penanda babak baru modernisasi pertahanan nasional.

Meski unit pertama Rafale sebenarnya telah tiba sejak Januari dan awal Mei 2026, penyerahan resminya baru dilakukan Presiden Prabowo Subianto kepada Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (18/5).

Dari panglima, Rafale pun diserahkan secara resmi kepada Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.

Prosesi penyerahan itu disertai dengan pernyataan kuat, penuh harapan dan optimisme dari Presiden Prabowo Subianto.

"Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita. Sebagai penangkal, sebagai detterent, kita tidak punya kepentingan selain jaga wilayah kita sendiri," kata Prabowo kepada awak media di Lanud Halim Perdanakusuma.

Pernyataan ini pun selaras dengan ungkapan KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono beberapa waktu lalu yang mengatakan Prabowo sangat fokus dalam upaya memperkuat pertahanan udara negara.

"Kita patut bersyukur bahwa Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, memberikan perhatian besar terhadap modernisasi alutsista TNI Angkatan Udara," kata Tonny saat upacara peringatan HUT ke-79 TNI AU di lapangan Mabes AU, Cilangkap, Jakarta Timur.

Saat ini, Indonesia telah menerima enam Rafale. Itu merupakan sebagian kecil dari total 42 pesawat yang sudah dibeli Kementerian Pertahanan RI dari Dassault Aviation.

Pelan-pelan, Rafale menjelma menjadi tulang punggung pertahanan udara TNI AU, menggantikan peran 36 unit F-16 yang selama ini selalu menghiasi cakrawala nusantara.

F-16 sendiri hadir di Indonesia pada 1989 melalui program penguatan pertahanan negara yang kala itu bernama "Bima Sena".

Sejak saat itulah, pesawat generasi ke 4 itu menjadi wajah utama pertahanan udara Indonesia. Kini tongkat estafet itu pelan-pelan diserahkan ke Rafale selaku pesawat generasi ke 4,5.

Baca juga: Prabowo serahkan kunci pesawat tempur Rafale kepada Panglima TNI

Profil Rafale

Pesawat Tempur Rafale memiliki panjang 10,30 meter, rentang sayap 10,90 meter, dan tinggi 5,30 meter.

Dengan dimensi tersebut, pesawat ini mampu melesat hingga kecepatan maksimum Mach 1,8 dan terbang pada ketinggian mencapai 50.000 kaki.

Daya kecepatan dan batas ketinggian itu bisa dicapai karena pesawat ini ditunjang mesin Snecma M88 yang masing-masing mampu menghasilkan daya dorong hingga kN (kilonewton), serta meningkat dengan penggunaan afterburner.

Pesawat ini juga mampu membawa persenjataan seberat 9.500 kilogram yang ditempatkan pada 14 titik cantelan.

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |