Banda Aceh (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) memulihkan akses jembatan Aih Bobo di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, yang kembali terdampak akibat bencana banjir luapan sungai setelah hujan berintensitas tinggi selama enam hari terakhir.
“Kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin," kata Menteri PU Dody Hanggodo, di Gayo Lues, Kamis.
Banjir kembali melanda Gayo Lues pada Senin (14/9) lalu, dan membuat akses jalan penghubung sementara pada eksisting jembatan Aih Bobo terputus lagi, sehingga harus dilakukan perbaikan kembali.
Bencana ini merupakan yang ketiga setelah sebelumnya kawasan tersebut terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025, dan kembali mengalami kerusakan sementara pada Juni 2026.
Dody menegaskan, akses jalan dan jembatan memiliki peran yang strategis untuk mendukung pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat.
“Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” ujarnya.
Sebagai upaya penanganan, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh telah membersihkan sisa puing jembatan sementara, termasuk gorong-gorong pipa baja atau Armco.
Tim BPJN Aceh juga memasang area pembatas dengan safety line. Untuk sementara, masyarakat menggunakan jembatan kayu sebagai akses penyeberangan.
Selain itu, Kementerian PU turut memulihkan akses ruas Jalan Nasional Blangkejeren-Batas Gayo Lues/Aceh Tenggara yang tertutup longsoran di tujuh titik, yakni di Meloak, empat lokasi di Durin Daun, dan dua di kawasan Air Panas.
Untuk memulihkan konektivitas, tim BPJN Aceh bersama penyedia jasa Hutama Karya dan masyarakat setempat langsung melakukan pembersihan material menggunakan excavator, wheel loader, dan backhoe loader.
Baca juga: BNPB pastikan tim gabungan telah diterjunkan atasi banjir Aceh Utara
Baca juga: Kementerian PU gerak cepat tangani Jembatan Aih Bobo terdampak banjir
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































