Jakarta (ANTARA) - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mencatat realisasi produksi mencapai 6.679.415 ton sepanjang 2025, atau mencapai 107,3 persen dari target tahunan perseroan.
Rinciannya, perseroan memproduksi 3.578.366 ton pupuk urea dan 328.154 ton NPK, sementara untuk produk petrokimia tercatat produksi amonia sebesar 2.772.895 ton sepanjang 2025.
Direktur Operasi Pupuk Kaltim F Purwanto, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, mengatakan capaian produksi tersebut merupakan hasil sinergi berbagai pihak, termasuk dukungan kebijakan pemerintah, arahan strategis PT Pupuk Indonesia (Persero) selaku holding, serta pengelolaan operasional perusahaan yang konsisten.
Pihaknya mengapresiasi dukungan pemerintah dan arahan strategis Pupuk Indonesia yang memberikan landasan kuat bagi Pupuk Kaltim dalam menjaga keberlanjutan operasional sepanjang 2025.
"Melalui kolaborasi seluruh insan perusahaan, kami dapat memastikan pasokan pupuk nasional tetap terjaga untuk mendukung produktivitas sektor pertanian," ujar Purwanto.
Ia menjelaskan kinerja positif ditopang oleh stabilitas operasional 13 fasilitas produksi perseroan yang menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan pasokan pupuk nasional.
"Keandalan seluruh fasilitas produksi ini memungkinkan perusahaan menjaga kontinuitas produksi secara optimal untuk memenuhi kebutuhan pupuk nasional," ujar Purwanto.
Seiring upaya penguatan operasional, ia menyebut perseroan tengah melaksanakan proyek strategis peremajaan (revamping) pabrik amonia PKT-2, demi meningkatkan efisiensi energi, menurunkan konsumsi gas, serta mengurangi emisi karbon sebagai bagian dari komitmen terhadap pengembangan industri pupuk yang lebih ramah lingkungan.
Ia melanjutkan proyek revamping yang ditargetkan rampung pada semester I 2026 akan mampu menurunkan emisi hingga 110.000 ton CO2 per tahun.
Lebih lanjut, perseroan akan terus memperkuat penerapan operational excellence, serta optimalisasi inovasi teknologi (smart production) guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi di seluruh lini bisnis, sekaligus menjaga kualitas dan keunggulan produk.
Dengan langkah itu, perseroan optimistis dapat menjaga kinerja operasional yang andal dan berkelanjutan dalam mendukung kebutuhan pupuk nasional pada 2026.
"Ke depan, Pupuk Kaltim akan untuk terus mengeksplorasi berbagai inovasi untuk meningkatkan kapasitas produksi, efisiensi operasional, dan kompetensi insan perusahaan, sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung sektor pertanian dan swasembada pangan nasional," ujar Purwanto.
Baca juga: Pertamina Petrochemical Trading-Pupuk Kaltim perkuat industri soda ash
Baca juga: Pupuk Kaltim sebut total stok pupuk mencapai 161.993 ton
Baca juga: Pupuk Kaltim salurkan pupuk subsidi 500.484 ton semester I 2025
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































