Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 1.000 Kampung/Desa Nelayan Merah Putih di seluruh Indonesia pada 2026 sebagai bagian dari rencana besar 5.000 desa nelayan di 2029.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Jumat.
"Target kita 2026 ini akan sampai 1000 (desa nelayan) dan selanjutnya total sampai 2029 target kita adalah 5000 desa nelayan," kata Presiden.
Presiden Prabowo menyampaikan para nelayan belum pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah sejak Indonesia berdiri. Di masa pemerintahnya, ia berkomitmen untuk memperkuat sektor kelautan, salah satunya melalui desa nelayan.
Nantinya, setiap desa nelayan akan dilengkapi dengan pabrik es, tempat pendingin hasil laut, dermaga, kapal hingga kendaraan operasional guna memastikan rantai distribusi hal tangkapan berjalan efisien.
Kepala Negara menegaskan bahwa program ini bukan bersifat bantuan cuma-cuma, melainkan dikelola dalam skema koperasi.
"Ini semua bukan hand out, bukan kita bagi-bagi ini, kita organisasi dalam koperasi, semua pengeluaran mereka akan bayar kembali ke bank-bank dan ke pemerintah," jelas Presiden.
Presiden menyatakan bahwa para nelayan akan diberikan kelonggaran dalam pengembalian investasi agar tidak memberatkan. Skema pembiayaan ini dinilai adil, mengingat dunia usaha besar pun kerap mendapatkan restrukturisasi kredit.
Para nelayan dapat melakukan pengembalian investasi dalam jangka waktu 10 hingga 12 tahun. Menurutnya, hal ini cukup adil lantaran para pengusaha besar sering meminta keringanan hingga belasan tahun.
"Para pengusaha-pengusaha besar juga kadang-kadang minta kredit juga belasan tahun. Itu pun sering minta restrukturisasi," ujarnya.
Selain pembangunan desa nelayan, Presiden juga menyoroti percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih yang akan menjadi penggerak ekonomi desa.
Dalam waktu dekat, ratusan koperasi ditargetkan mulai beroperasi, dengan total hampir 30.000 koperasi dan gudang yang telah dalam tahap pembentukan. Setiap koperasi akan dilengkapi gudang, cold storage, gerai kebutuhan pokok, klinik desa, farmasi desa murah, serta layanan pembiayaan mikro berbunga ringan guna mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rentenir.
Presiden menjelaskan bahwa pendanaan program tersebut bersumber dari optimalisasi dana desa yang telah digulirkan selama satu dekade terakhir.
Ke depan, dana tersebut akan diarahkan lebih terstruktur dan produktif agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Langkah ini menegaskan visi Presiden Prabowo untuk menjadikan laut sebagai masa depan ekonomi Indonesia di mana desa nelayan tidak lagi berada di pinggiran pembangunan, melainkan menjadi pusat pertumbuhan baru yang modern, mandiri, dan berdaya saing global.
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia / Andi Firdaus
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































