Presiden Prabowo beri bantuan 200 becak listrik ke Kediri 

3 hours ago 4
Seluruh pendanaannya berasal dari dana pribadi Presiden, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)

Kediri (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan bantuan 200 unit becak listrik untuk para penarik becak di Kota Kediri, Jawa Timur, sehingga mereka menjadi lebih berdaya.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional Firman Dahlan mengemukakan bantuan ini merupakan perhatian langsung Presiden kepada para penarik becak.

"Penggunaan becak listrik diharapkan mampu mengurangi beban fisik. Selama ini harus menggunakan tenaga penuh untuk mengayuh becak," katanya di sela penyerahan becak listrik di Balai Kota Kediri, Rabu petang.

Ia menambahkan, setiap unit becak listrik memiliki nilai sekitar Rp22 juta. Seluruh pendanaannya berasal dari dana pribadi Presiden, bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca juga: Pemerintah salurkan 200 becak listrik untuk pengayuh becak di Ponorogo

Pihaknya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kediri dan berharap bantuan becak listrik itu benar-benar dimanfaatkan.

"Acara di luar Kota Kediri ini sangat luar biasa sekali. Kedatangan kami ke sini untuk menyampaikan bantuan becak listrik dari Bapak Presiden. Semoga bantuan ini bermanfaat dan meringankan dalam mencari nafkah untuk keluarga," kata dia.

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati berterimakasih atas bantuan 200 becak listrik untuk penarik becak di Kota Kediri. Apalagi penyerahan itu juga terasa istimewa karena bertepatan satu tahun kepemimpinan di Kota Kediri, mewujudkan Kota Kediri yang MAPAN (Maju, Agamis, Produktif, Aman, Ngangeni).

Mbak Wali, sapaan akrabnya menjelaskan penyerahan bantuan becak listrik ini merupakan upaya Bapak Presiden untuk mendorong transportasi yang ramah lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan dari masyarakat khususnya penarik becak.

Baca juga: Yayasan GSN salurkan sebanyak 200 unit becak listrik di Kota Madiun

Ia berharap becak listrik yang diserahkan ini dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik oleh penarik becak. Sesuai dengan aturan, becak listrik ini tidak boleh dijual, digadaikan maupun dipindah tangankan.

"Dengan adanya becak listrik, penarik becak tidak perlu mengayuh lagi. Selain itu, diharapkan bapak-bapak bisa lebih produktif lagi. Adanya becak listrik memudahkan untuk mencari nafkah bagi keluarganya," kata dia.

Wali Kota juga mengungkapkan penyerahan bantuan becak listrik di Kota Kediri ini dikemas dalam Becak On The Road, dengan adanya touring, santunan, cek kesehatan gratis, operasi pasar murah (OPM), kultum, buka puasa bersama hingga pengundian hadiah umrah.

Ia menambahkan, ke depan, OPD terkait juga dapat menyiapkan program lanjutan untuk memperkuat ekosistem wisata dan pemberdayaan ekonomi para pengemudi, termasuk dukungan fasilitas penunjang seperti peningkatan titik stasiun pengisian listrik umum (SPLU).

Baca juga: 100 pembecak Pacitan terima bantuan becak listrik dari Presiden RI

"Kami akan bekerja sama dengan PLN UP3 Kediri untuk mendukung penyediaan fasilitas pengisian daya yang memadai agar operasional becak listrik berjalan lancar," kata dia.

Para penarik becak yang diberikan bantuan ini sebelumnya telah lolos seleksi. Mereka ada dalam kriteria penerima becak listrik, masuk dalam desil 1-5 dan rata-rata berusia di atas 55 tahun.

Pemkot juga ingin dengan adanya becak listrik nantinya mendukung program Kediri City Tourism.

Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan perjanjian serah terima becak listrik oleh Direktur Perencana dan Pengembangan YGSN, perwakilan penarik becak dan Wali Kota Kediri.

Ada juga kegiatan penyerahan paket bahan pokok, penyerahan Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Kementerian Kebudayaan, dan lainnya. Ada pula tausiyah dari salah satu pengasuh Pesantren Al Falah Ploso Kediri, KH Muhammad Abdurrohman Al Kautsar atau Gus Kautsar.

Baca juga: Yayasan GSN salurkan 200 unit becak listrik di Lamongan

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |