Nanchang (ANTARA) - Petualang dan pelancong dunia asal Mesir, Ahmed Haggagovic, telah mengunjungi 191 negara. Satu negara yang menurutnya sangat menonjol adalah China.
"Saya bisa meninggalkan tas saya di stasiun kereta, meskipun ada setengah juta orang di sana. Saya rasa kecil kemungkinan ada yang akan mengambilnya. China adalah tempat yang aman bagi anak-anak, keluarga, dan perempuan untuk berjalan di jalanan pada malam hari," ujarnya.
Dikenal sebagai raja perjalanan, petualang dunia berusia 41 tahun ini memulai perjalanan globalnya pada 2007. Dengan 5,25 juta pengikut di Facebook dan 1,32 juta pengikut di Instagram, tanggung jawabnya besar untuk menggambarkan dunia secara adil dan akurat.
"Saya harus melihat dengan mata kepala sendiri. Orang-orang menyukai karya saya karena saya merekam realitas. Mereka menggunakan mata dan video saya seakan-akan mereka sendiri yang berkeliling dunia," katanya.
Turis luar negeri berfoto di depan Hongyadong Scenic Area di Distrik Yuzhong, Chongqing, barat daya China, 22 April 2026. ANTARA/Xinhua/Huang Wei "Ini kunjungan ke-15 saya ke China, dan setiap kali saya datang, hal-hal baru terjadi. Selama sepuluh tahun terakhir, China telah berubah secara luar biasa," kata Haggagovic. Setiap kali berkunjung, dia mampir ke kota-kota berbeda untuk merasakan berbagai budaya daerah
Sambil berjalan melintasi sebuah pabrik pakaian di Nanchang, sebuah perusahaan pakaian ekspor di Provinsi Jiangxi, China timur, Haggagovic dengan cermat memilih warna sambil menyentuh kain dengan tangannya. "Saya ingin membuat kaos khusus untuk media sosial dan penggemar saya," katanya.
Pada 2010, Haggagovic melakukan perjalanan dengan kereta dari Rusia ke China untuk pertama kalinya. "Di kereta, saya melihat orang-orang China untuk pertama kalinya. Mereka tidak bisa berbahasa Inggris, dan saya tidak bisa berbahasa Mandarin, tetapi kami berbagi makanan," katanya.
"Saat saya tiba di China, saya menyadari bahwa China benar-benar berbeda dari yang saya bayangkan," katanya.
Haggagovic mengamati perkembangan di seluruh China, dengan menyebutkan perubahan yang menakjubkan dalam infrastruktur, teknologi, dan lanskap perkotaan di negara tersebut.
"Baru-baru ini, saya mengunggah video pengiriman dengan drone, kereta cepat, robot, dan mobil otonomos di China. Semakin banyak orang di media sosial yang mengatakan kepada saya bahwa mereka ingin mengunjungi China, kata Haggagovic.
"Sebagai seorang pelancong, saya ingin terus memperkenalkan China ke seluruh dunia," katanya.
Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































