Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo telah menginstruksikan kepada PAM Jaya agar ke depannya tidak sekaligus melakukan penggalian untuk pipa air bersih di beberapa sehingga tak menimbulkan kemacetan.
Pramono ingin agar satu galian dapat dipastikan selesai terlebih dulu sebelum membuat galian lainnya.
“Saya sudah minta kepada PAM Jaya untuk penanganannya jangan seperti yang dulu, digali kemudian dibiarkan. Yang ini harus digali, diselesaikan, baru pindah ke tempat yang lain,” kata Pramono saat dijumpai di Jakarta Utara, Senin.
Pramono mengatakan, saat ini cakupan air bersih di Jakarta sudah mencapai angka 80 persen.
Kendati demikian, Pramono mengakui untuk mengejar target 100 persen cakupan air bersih di 2029, PAM Jaya pasti melakukan penggalian di beberapa wilayah Jakarta, terutama Jakarta Utara.
Baca juga: DKI akan beri insentif transportasi hingga BPJS Kesehatan untuk buruh
Baca juga: PAM JAYA genap 103 tahun, fokus sinergi dan kepedulian sosial
Ilustrasi - Salah satu instalasi air bersih milik PAM Jaya. ANTARA/HO-PAM Jaya/am.Untuk itu, Pramono mengatakan, ke depannya penanganan terkait capaian tersebut akan berbeda. Karena itu, penggalian tersebut diharapkan tak menimbulkan kepadatan lalu lintas di beberapa wilayah di Jakarta.
“Jadi untuk itu saya secara khusus sudah memesankan kepada Dirut PAM Jaya karena memang harapannya di tahun 2029 sudah bisa 100 persen di Jakarta ini,” ujar Pramono.
Sebelumnya, Direktur Utama PAM Jaya Arief Nasrudin mengungkapkan bahwa PAM Jaya akan melaksanakan proyek pemasangan pipa baru sepanjang 1.000 kilometer pada 2026.
Arief pun meminta maaf kepada publik karena proyek tersebut berpotensi menyebabkan kemacetan di Jakarta.
Baca juga: Usia pipa sudah lebih seabad penyebab seringnya kebocoran air di DKI
Baca juga: Tarif air bersih di Jakarta tidak naik
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat dijumpai di Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025). (ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.)Menurut Arief, pemasangan pipa akan tersebar di berbagai wilayah, dengan prioritas utama berada di kawasan Jakarta Timur dan Jakarta Utara.
“Fokus kita nanti akan banyak di masih di timur Jakarta, utara Jakarta, masuk sedikit ke selatan sudah mulai kita lakukan perbanyakan sumber airnya juga koneksinya sudah sampai di Deplu. Kita sudah di Pondok Pinang kita bikin sedikit agak traffic,” kata Arief.
Untuk Jakarta Barat, pembangunan masih menunggu kesiapan sumber air dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU), termasuk terkait Bendungan Karian di Banten.
Meski begitu, PAM Jaya menyiapkan beberapa jalur alternatif pipa agar proyek tetap berjalan pada 2026.
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































