Jakarta (ANTARA) - Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Sandi Nugroho mengapresiasi dukungan seluruh elemen masyarakat soal posisi institusi Polri yang tetap berada langsung di bawah Presiden.
Sandi dalam keterangan dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, mengatakan bahwa dukungan yang diberikan menjadi energi tambahan bagi Polri untuk menjalankan mandat konstitusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
“Dukungan ini akan kami jadikan dasar untuk terus berkomitmen melakukan perbaikan, meningkatkan layanan, dan mengoptimalkan kinerja dalam rangka melindungi, mengayomi, serta melayani masyarakat," ucapnya.
Ia mengatakan, sesuai arahan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, saat ini Polri dalam fase transformasi besar-besaran dengan tidak hanya mengutamakan pengamanan, tetapi juga membuka ruang masukan dan kritik seluas-luasnya.
Langkah itu dilakukan guna memastikan tata kelola kepolisian semakin transparan dan akuntabel.
"Sebagaimana tagline 'Polri untuk Masyarakat', kami berkomitmen dan dalam posisi siap untuk terus bekerja keras. Kami terus melakukan perbaikan tata kelola agar menjadi institusi yang diharapkan oleh masyarakat," ucapnya.
Jenderal polisi bintang dua itu juga menegaskan bahwa loyalitas Polri di bawah kepemimpinan Presiden adalah harga mati untuk mendukung agenda pembangunan bangsa.
Polri, ujar dia, akan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas nasional demi kelancaran program-program unggulan pemerintah.
"Polri tentunya akan terus loyal dan bekerja sama secara maksimal di bawah Presiden Republik Indonesia untuk mendukung program-program unggulan dalam rangka pembangunan bangsa dan negara," katanya.
Baca juga: Komisi III: Kapolri tolak di bawah menteri sesuai keinginan Prabowo
Baca juga: Pengamat: Polri di bawah Presiden sejalan dengan amanat reformasi
Baca juga: Polri: Penonaktifan Kapolresta Sleman guna jamin objektivitas
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































