IHSG menguat di tengah "wait and see" data pertumbuhan ekonomi RI

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi bergerak menguat di tengah pelaku pasar bersikap wait and see terhadap data pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sepanjang 2025.

IHSG dibuka menguat 20,63 poin atau 0,25 persen ke posisi 8.167,35. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 2,69 poin atau 0,32 persen ke posisi 835,49.

"IHSG berpotensi bergerak dalam rentang 8.000-8.300," ujar pengamat pasar modal Reydi Octa saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Kamis.

Reydi mengatakan faktor-faktor yang akan menentukan pergerakan IHSG dalam dua hari ke depan (jangka pendek) yaitu Kamis dan Jumat (6/2/2026) adalah kelanjutan dari penanganan mengenai Morgan Stanley Capital International. (MSCI).

"Jika terlihat ada kemajuan dalam dialog, maka dapat meredakan tekanan volatilitas, tetapi jika belum, maka tekanan jual masih bisa berlanjut," ujar Reydi.

Di sisi lain, pelaku pasar mencermati Badan Pusat Statistik yang akan merilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025, yang mana konsensus memperkirakan sebesar 5 persen (yoy) dari sebelumnya 5,3 persen (yoy) pada 2024.

Sementara itu, untuk pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 diperkirakan sebesar 5,2 persen (yoy) dan 1,9 persen (qoq) dari sebelumnya 5,04 persen (yoy) dan 1,43 persen (qoq) pada kuartal III 2025.

OJK menargetkan tercapainya free float 15 persen akan dilakukan secara bertahap dalam tiga tahun, yang akan dilakukan secara hati-hati, bertahap, dan terukur.

OJK bersama BEI akan memperhatikan kesiapan masing-masing emiten, kondisi pasar, serta kapasitas penyerapan investor.

Dari mancanegara, pelaku pasar akan mencermati data retail sales kawasan Eropa periode Desember 2025, yang diperkirakan tumbuh 2,3 persen (yoy) dari sebelumnya 2 persen pada November 2025.

Selain itu, pelaku pasar juga menantikan pertemuan Europan Central Bank (ECB), yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,15 persen dan deposit facility rate di 2 persen.

Sementara itu, pertemuan Bank of England (BoE) diperkirakan akan mempertahankan suku bunganya tetap di level 3,75 persen.

Pada perdagangan Rabu (4/2/2026), bursa Amerika Serikat (AS) di Wall Street bergerak variatif, di antaranya Indeks S&P 500 turun 0,51 persen ke 6.882,72, indeks Nasdaq anjlok 1,51 persen ke level 22.904,58, dan indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,53 persen ke 49.501,30,

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 331,89 poin atau 0,61 persen ke 53.961,50, indeks Shanghai melemah 30,94 poin atau 0,75 persen ke 4.071,26, indeks Hang Seng melemah 219,13 poin atau 0,82 persen ke 26.628,18, dan indeks Strait Times melemah 9,50 poin atau 0,19 persen ke 4.955,99.

Baca juga: IHSG Kamis dibuka menguat 20,63 poin

Baca juga: IHSG ditutup menguat ke 8.146, dipicu harga komoditas emas dan perak

Baca juga: BEI perketat syarat dan revisi aturan IPO imbas kasus emiten PIPA

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |