RAKYATNEWS.CO.ID, METRO – Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kota Metro menyerukan agar persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Metro Utara, segera diselesaikan melalui dialog dan mediasi.
Seruan tersebut disampaikan dalam konferensi pers lintas organisasi yang digelar di Cafe Matrox, Kota Metro, Jumat (21/8/2026). Pertemuan itu dihadiri Ketua DPC Laskar Lampung Kota Metro Ahmad Ridwan alias Iwan Munir, Ketua DPD PETIR Kota Metro Bayu Hendrix Fulama, SH, Ketua DPC GRIB Kota Metro Heri Setiawan, serta Ketua TTKKDH Kota Metro Beni Sanjaya.

Ketua DPC Laskar Lampung Kota Metro Ahmad Ridwan atau yang akrab disapa Iwan Munir mengatakan, konferensi pers tersebut merupakan bentuk kepedulian sejumlah elemen masyarakat terhadap kondisi persampahan di Kota Metro, khususnya persoalan TPA Karangrejo.
Menurutnya, lintas organisasi sengaja berkumpul untuk menyampaikan sikap agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik horizontal di tengah masyarakat.
“Kami berkolaborasi lintas organisasi karena melihat belakangan ini ada pihak-pihak tertentu yang justru memperkeruh suasana terkait penanggulangan TPA. Harapan kami hanya satu, persoalan ini bisa diselesaikan dengan kepala dingin dan melalui ruang dialog,” ujar Iwan.
Ia mengingatkan agar persoalan TPA tidak dijadikan sebagai bahan untuk menggiring opini maupun saling menyalahkan antara masyarakat dengan Pemerintah Kota Metro.
Iwan menilai, kondisi persampahan merupakan persoalan bersama yang membutuhkan solusi, bukan sekadar perdebatan maupun saling tuding.
“Kota Metro ini kecil, hanya lima kecamatan dan 22 kelurahan. Jangan sampai persoalan sampah justru membuat masyarakat terpecah. Kritik tentu boleh, tetapi kritik yang membangun, bukan malah menggoreng persoalan sehingga suasana semakin panas,” katanya.
Ia juga menyinggung kondisi efisiensi anggaran yang saat ini terjadi secara nasional. Menurutnya, pemerintah daerah juga menghadapi berbagai keterbatasan dalam menjalankan program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk melihat persoalan secara utuh dan tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa Pemerintah Kota Metro tidak mampu menangani seluruh persoalan yang ada.
“Kami tidak bermaksud mengintervensi siapa pun. Mari kita lihat persoalannya secara objektif. Polusi, sampah dan berbagai persoalan lainnya pasti ada jalan keluarnya. Yang penting semua pihak mau duduk bersama,” tegasnya.
Minta Ruang Mediasi Dibuka
Iwan juga menyatakan pihaknya siap meminta waktu kepada Wali Kota Metro maupun Sekretaris Daerah untuk menyampaikan masukan dari masyarakat dan organisasi yang tergabung dalam lintas elemen tersebut.
Menurutnya, organisasi masyarakat tidak hanya ingin memberikan kritik, tetapi juga menawarkan pemikiran yang konstruktif untuk membantu mencari solusi.
“Kami ingin kalau ada sumbangsih pemikiran yang bisa kami berikan kepada pemerintah, tentu akan kami sampaikan. Ini kebutuhan TPA dan kebutuhan seluruh masyarakat Kota Metro,” ujarnya.
Ia juga meminta agar masyarakat yang terdampak di wilayah Karangrejo diberikan ruang yang cukup untuk melakukan negosiasi dan dialog secara berkelanjutan dengan Pemerintah Kota Metro.
“Kami dari masyarakat di luar Metro Utara sangat mendukung perjuangan saudara-saudara kita di Metro Utara. Tetapi mari kita selesaikan melalui dialog. Jangan sampai persoalan ini berkembang menjadi konflik antar masyarakat,”katanya.
PETIR: Persoalan Sampah Berdampak ke Seluruh Kota
Sementara itu, Ketua DPD PETIR Kota Metro Bayu Hendrix Fulama, SH, mengatakan persoalan TPA Karangrejo tidak hanya berdampak kepada masyarakat sekitar, tetapi berpotensi memengaruhi seluruh warga Kota Metro.
Menurut Bayu, persoalan tersebut harus segera mendapatkan penyelesaian karena dampaknya mulai dirasakan masyarakat dengan munculnya tumpukan sampah di sejumlah lokasi.
“Ini sangat berdampak kepada seluruh masyarakat Kota Metro. Harapan kami masalah ini segera terselesaikan. Kalau tidak segera diselesaikan, dampaknya bukan hanya untuk masyarakat Karangrejo, tetapi seluruh masyarakat Kota Metro,” ujar Bayu.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan pihaknya dalam menyikapi persoalan TPA merupakan inisiatif organisasi dan bentuk kepedulian terhadap kondisi Kota Metro.
“Perlu digarisbawahi, kami bergerak tidak ada yang menunggangi. Ini murni inisiatif kami sebagai organisasi dan pribadi. Kami ingin Kota Metro tetap kondusif, tertib, aman dan nyaman,” tegasnya.
Minta Polisi Cegah Konflik Horizontal
Pada kesempatan tersebut, Iwan Munir juga meminta jajaran Polres Metro ikut mengambil langkah preventif apabila persoalan TPA Karangrejo tidak kunjung menemukan titik terang.
Ia mengkhawatirkan persoalan sampah yang berlarut-larut justru dapat memicu ketegangan antarwarga.
“Kami meminta kepada Polres Metro, apabila persoalan ini tetap tidak menemukan titik terang, agar pihak-pihak yang menjadi aktor atau terlibat dalam persoalan ini dapat dipanggil secara preventif,” kata Iwan.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk mencegah terjadinya kegaduhan yang lebih besar di tengah masyarakat.
“Jangan sampai nantinya masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lain justru gaduh hanya gara-gara persoalan sampah,”imbuhnya.
Selain meminta kepolisian mengambil langkah preventif, Iwan juga mendorong Pemerintah Kota Metro melakukan evaluasi terhadap kinerja Dinas Lingkungan Hidup dalam menangani persoalan persampahan.
“Kami meminta kepada Wali Kota untuk mengevaluasi kinerja Dinas Lingkungan Hidup. Bila perlu mengganti semuanya, tetapi evaluasi kinerja harus dilakukan agar persoalan seperti ini bisa segera ditangani,”ujarnya.
Lintas organisasi tersebut pada akhirnya menyerukan agar seluruh pihak menahan diri dan menghentikan narasi saling menyalahkan.
Mereka meminta Pemerintah Kota Metro dan masyarakat terdampak membuka ruang mediasi secara berkelanjutan sehingga persoalan TPA Karangrejo dapat diselesaikan tanpa menimbulkan konflik baru.
“Berhenti menggoreng sana, menggoreng sini. Berikan ruang kepada pemerintah dan masyarakat terdampak untuk duduk bersama, bermediasi dan mencari solusi. Kota Metro adalah milik kita bersama,” pungkas Iwan Munir.
Redaksi: Sonny

9 hours ago
5

















































