Labuan Bajo (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) menambah sejumlah peralatan SAR guna mendukung pencarian kapal wisata beserta tiga korban warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat.
"Selain membawa personel, kami juga membawa beberapa peralatan SAR yang dibutuhkan," kata Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko di Labuan Bajo, Senin.
Sejumlah peralatan yang dikerahkan untuk mendukung operasi SAR, lebih khusus pencarian di bawah laut diantaranya satu unit seabob, satu unit sistem sonar 2D, dan satu unit Tactical Rescue Diver Thruster untuk mendukung mobilitas penyelam.
Selanjutnya, dua unit scooter Bonex, satu unit drone bawah air SRV-8 MS, dilengkapi satu unit monitor cadangan dan satu unit alat pengisi daya cadangan, guna memaksimalkan pencarian di area perairan yang sulit dijangkau.
Peralatan pendukung lainnya yakni dua unit teropong, empat unit senter selam, empat set wetsuit, dan empat pasang booties juga telah disiapkan untuk menunjang keselamatan dan efektivitas tim penyelam.
Polda NTT juga menerjunkan sebanyak lima orang penyelam guna memperkuat operasi SAR gabungan.
"Diharapkan dengan bantuan alat yang kami bawa ini bisa mempermudah operasi SAR, karena kami dari Polda NTT membantu membackup, mendukung Tim SAR gabungan," kata Kapolda NTT.
Baca juga: Pemerintah minta percepat penanganan insiden kapal wisata Labuan Bajo
Lebih lanjut, Kapolda NTT Irjen Pol Rudi Darmoko dalam kunjungan ke Labuan Bajo juga memimpin langsung pencarian hari keempat di perairan Pulau Padar.
Bersama Tim SAR gabungan, Kapolda NTT menyisir perairan Pulau Padar dan memberikan imbauan kepada para nelayan agar mendukung pencarian para korban kapal tenggelam.
"Kami bersyukur sekali tadi sudah ditemukan satu jenazah dan itu juga atas bantuan nelayan, tadi saya juga menemui para nelayan yang kebetulan juga sedang mencari ikan di laut dan kita mengimbau apabila mereka menemukan entah itu barang-barang, ataupun jenazah agar segera menginformasikan ke tim Basarnas untuk bantu dievakuasi," katanya
Terkait keselamatan berlayar, ia juga mengimbau nelayan dan pelaku wisata bahari agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
"Diharapkan juga jangan memaksakan diri apabila memang ada peringatan dari KSOP tidak boleh berlayar agar dipatuhi, jadi termasuk radius, daerah-daerah mana yang mereka bisa berlayar, dan mana yang tidak tolong dipatuhi jangan memaksakan diri," katanya.
Baca juga: Tim SAR temukan seorang korban kecelakaan kapal di Labuan Bajo
Sebelumnya, Tim SAR gabungan menemukan seorang warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang dilaporkan hilang akibat kecelakaan kapal di perairan Pulau Padar Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (26/12) lalu.
Kepala Sub Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan B Maumere Asfan Dulhasan di Labuan Bajo, Senin, mengatakan korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pada Senin pagi.
"Pada hari keempat pencarian di pukul 06.05 WITA kami dapat informasi dari masyarakat penemuan korban di daerah Pulau Serai yang masih masuk kawasan Taman Nasional Komodo (TNK)," katanya.
Baca juga: Kemenpar lakukan koordinasi pascainsiden kapal wisata Labuan Bajo
Baca juga: Real berbela sungkawa atas wafatnya pelatih Valencia di Indonesia
Pewarta: Gecio Viana
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































