Polda Kepri cegah masuknya narkoba lewat penumpang kapal dari Malaysia

3 months ago 30

Batam (ANTARA) - Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Ditresnarkoba Polda Kepri) mencegah masuknya narkoba dari Malaysia dengan melakukan razia barang bawaan penumpang kapal di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center dan Harbour Bay, Selasa.

Kabag Binopns Ditresnarkoba Polda Kepri Kompol Feliks Mauk mengatakan dari hasil penyidikan ungkap kasus narkoba, kebanyakan narkoba yang masuk ke wilayah Kepri berasal dari Malaysia.

“Dari ungkap kasus yang kami tangani tahun ini lebih dari 200 kasus, ini indikasi terjadinya peningkatan peredaran gelap narkoba, dan selama ini kami pantau, rata-rata itu masuknya dari Malaysia,” kata Feliks.

Razia kali ini digelar petang hari, menyasar penumpang kapal dari Malaysia yang tiba paling akhir sebelum jam operasional ditutup, yakni dari pukul 17.00 sampai 18.00 WIB.

Tim gabungan dari Ditresnarkoba Polda Kepri, Samapta, Dokkes berjumlah 60 orang dikerahkan dalam razia tersebut.

Pada razia kali ini, Ditsamapta Polda Kepri mengerahkan tujuh anjing pelacak (K9) spesialis narkoba, terbagi lima K9 ditugaskan di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center dan dua K9 di Pelabuhan Harbour Bay.

Menurut Feliks, pihaknya sengaja melaksanakan razia ini pada sore hari, karena secara psikologi dianggap jam rawan untuk mengecoh petugas.

Dalam razia tersebut, petugas mengandalkan K9 untuk mendeteksi adanya potensi narkoba di barang bawaan penumpang ferry yang tiba dari Malaysia.

Hingga pukul 18.00 WIB pelaksanaan belum ditemukan adanya benda-benda mencurigakan yang dibawa oleh penumpang kapal dari Malaysia.

Razia ini merupakan kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan (KRYD) yang digelar Polda Kepri sebagai langkah preventif terjadinya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

KRYD ini telah dilaksanakan di Pelabuhan Domestik Sekupang pada Jumat (24/10), kemudian dilanjutkan pada Sabtu (25/10) di tiga pelabuhan ferry internasional di Kota Batam, Pelabuhan Batam Center, Harbour Bay, dan Bengkong.

Dari kegiatan tersebut, tidak ditemukan adanya narkoba dalam barang bawaan penumpang.

Terpisah, Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Kepri Kompol Moh. Komaruddin menambahkan, perlu adanya X-ray di pelabuhan domestik Kota Batam sebagai pengawasan dan deteksi dini adanya upaya penyelundupan narkoba oleh penumpang.

“Penting untuk di pelabuhan domestik memiliki x-ray, agar barang penumpang dapat dideteksi lebih ketat,” kata Komaruddin.

Pewarta: Laily Rahmawaty
Editor: Edy M Yakub
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |