Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan siap mendukung dekarbonisasi sektor maritim, salah satunya melalui penyediaan listrik bagi fasilitas Onshore Power Supply (OPS) yang menekan penggunaan mesin diesel.
“Melalui OPS, kebutuhan listrik kapal dapat dipenuhi dari sumber listrik di darat, sehingga penggunaan mesin diesel dapat ditekan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN mendukung dekarbonisasi sektor maritim sekaligus mendorong terwujudnya ekosistem pelabuhan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Darmawan dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Kamis.
Darmawan menyampaikan bahwa penyediaan listrik bagi fasilitas OPS selaras dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong dekarbonisasi industri sebagai bagian dari transformasi menuju pembangunan berkelanjutan di sektor maritim melalui pengembangan Green Port.
Upaya ini menjadi penting, lanjut dia, mengingat sektor maritim turut menyumbang emisi gas rumah kaca global, sementara sebagian besar emisi kapal di pelabuhan berasal dari penggunaan mesin diesel selama proses sandar.
Dirinya menambahkan, penyediaan listrik untuk fasilitas OPS menunjukkan kesiapan infrastruktur kelistrikan PLN dalam mendukung kebutuhan energi di kawasan pelabuhan.
Baca juga: Bahlil jamin kuota produksi batu bara cukup untuk kelistrikan nasional
Dukungan tersebut sekaligus memperkuat elektrifikasi sektor maritim yang membutuhkan pasokan listrik andal untuk menunjang kegiatan operasional kapal selama berada di pelabuhan.
“Ini adalah bentuk sinergi BUMN dalam mendukung transformasi sektor kepelabuhan melalui pemanfaatan energi domestik, sekaligus mendorong produktivitas melalui penghematan para pelaku usaha di bidang maritim dan mengoptimalkan aktivitas pelabuhan,” ucap Darmawan.
Fasilitas OPS di DSN, Tanjung Priok menjadi yang pertama di Indonesia yang lulus uji standar internasional IEC/IEEE 80005-3:2025.
Keandalannya telah teruji melalui serangkaian uji coba penyambungan penuh pada Juli lalu, yang memungkinkan seluruh genset kapal dimatikan selama bersandar.
Melalui sistem OPS ini, listrik dari jaringan PLN disalurkan ke kapal melalui fasilitas konversi yang mendukung kebutuhan kapal dengan frekuensi 50 hertz (Hz) maupun 60 Hz, sehingga mampu melayani dua hingga empat kapal secara bersamaan.
Baca juga: PLN rampungkan kelistrikan Pangkalan Bun dukung pertumbuhan industri
Baca juga: Dirut PT PLN sebut Indonesia jalankan proyek PLTS terbesar di dunia
Baca juga: Dirut PLN dorong ITPLN sebagai kampus transisi energi kelas dunia
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































