Platform-platform drama pendek China sepakat lindungi pemeran dan kru

3 hours ago 2

Beijing (ANTARA) - Sebanyak 38 platform drama pendek China, yang menayangkan drama berdurasi beberapa menit dengan format vertikal, menyepakati konvensi perlindungan hak-hak pemeran dan kru yang mencakup pengaturan kontrak kerja hingga edukasi dan layanan hukum.

Konvensi yang diinisiasi oleh Komite Kerja Drama Pendek dan Asosiasi Layanan Program Audio-Visual China itu ditujukan untuk melindungi hak dan kepentingan pemeran dan kru serta mendorong perkembangan industri drama pendek yang sehat dan berkelanjutan.

Kesepakatan tersebut mengharuskan adanya kontrak tertulis atau digital antara pemberi kerja dan pekerja yang dapat diverifikasi serta menjelaskan isi pekerjaan, durasi, periode kerja, gaji, kompensasi, dan tanggung jawab atas pelanggaran kontrak.

Rumah produksi diharuskan untuk membayar gaji tepat waktu dan sesuai dengan nominal yang dijanjikan, membuka rekening jaminan gaji, dan menerapkan mekanisme talangan pembayaran gaji untuk mencegah tunggakan pembayaran.

Aspek keselamatan juga diatur dalam konvensi, yang mengharuskan adanya sistem jaminan keselamatan, rencana darurat di lokasi produksi, surat tanggung jawab keselamatan produksi, dan kehadiran tenaga profesional untuk mengawasi adegan berisiko tinggi.

Konvensi juga memastikan hak-hak pemeran di bawah umur untuk beristirahat serta mendapatkan layanan pendidikan, kesehatan, dan pendampingan wali sepanjang proses produksi dipenuhi oleh rumah produksi.

Menurut konvensi, pemeran anak dilarang melakukan adegan yang melibatkan kekerasan, horor, atau emosi yang melebihi tingkat pemahaman anak berdasarkan usianya.

Selain itu, rumah produksi bersama dengan asosiasi industri dan pihak terkait diminta secara rutin menggelar sesi perlindungan hak dan edukasi hukum, menyediakan layanan konsultasi hukum, dan jalur cepat mediasi sengketa.

Platform besar yang turut menandatangani konvensi antara lain iQIYI, Bilibili, Kuaishou (SnackVideo), Youku, dan WeChat Video Channel.

Baca juga: Drama mikro China yang menyihir layar kita

Baca juga: Aktris Zhao Lusi ungkap pengalaman menghadapi kekerasan dan depresi

Sejumlah pengguna media sosial China, Weibo, mendukung penerapan konvensi tersebut. Namun, beberapa dari mereka mendorong pemberlakuan regulasi yang lebih tegas.

Seorang pengguna Weibo mengeluhkan jalan cerita yang sama setelah menonton beberapa drama pendek dan pengguna lain mengusulkan pengawasan dan penindakan untuk mencegah plagiarisme alur cerita.

Media pemerintah China mewartakan bahwa ada 100.200 perusahaan yang memproduksi drama pendek.

Nilai pasar drama pendek diwartakan mencapai 70 miliar RMB (sekitar Rp161 triliun) dan target penontonnya sampai 696 juta pada 2025.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah China semakin gencar membuat regulasi untuk mengatur industri tersebut.

Badan Administrasi Radio dan Televisi Nasional China (NRTA), yang mengawasi industri drama pendek, sejak akhir 2022 hingga awal 2023 telah menghapus 25.300 drama pendek dengan total episode mencapai hampir 1,4 juta karena mengandung konten tidak bermutu seperti pornografi dan kekerasan.

Pihak berwenang China pada November 2024 merilis pedoman bagi para pelaku industri drama pendek untuk menghindari cerita pernikahan dengan CEO perusahaan terkenal atau keluarga kaya raya karena dianggap mempromosikan pamer kekayaan, kekuasaan, dan gaya hidup berlebihan.

NRTA tahun lalu mengharuskan platform untuk mengantongi izin penyiaran dan distribusi drama pendek untuk bisa menayangkan konten mereka.

Baca juga: Meng Ziyi terkesan kemampuan Bahasa Mandarin penggemar Indonesia

Baca juga: Chen Zheyuan berusaha jaga keseimbangan hidup di tengah kesibukan

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |