PKS apresiasi penanganan bencana Sumatera oleh pemerintah

1 month ago 26

Jakarta (ANTARA) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengapresiasi penanganan bencana Sumatera yang dilakukan oleh pemerintah, terutama melalui personel Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Badan SAR Nasional (Basarnas).

“PKS menyampaikan mengapresiasi kerja keras TNI, Polri, BNPB hingga Basarnas yang telah bekerja tanpa lelah, menembus medan sulit, serta mempertaruhkan keselamatan demi memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Sekretaris Jenderal PKS Muhammad Kholid dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Ia mengatakan apresiasi disampaikan PKS, salah satunya karena distribusi logistik yang mencapai lebih dari 2.400 ton, dan mencerminkan kerja luar biasa pemerintah dalam merespons bencana secara cepat dan efektif.

“Ini bukan sekadar angka statistik, melainkan kerja konkret atas kehadiran negara di saat rakyat menghadapi masa-masa paling sulit,” katanya.

Selain itu, dia mengatakan PKS memandang strategi distribusi bantuan melalui berbagai jalur, yakni udara, laut, dan darat, menunjukkan kemampuan adaptasi, kesiapsiagaan, serta sinergi antarsatuan dalam menghadapi tantangan geografis wilayah terdampak.

“Fleksibilitas dalam distribusi logistik mencerminkan koordinasi yang solid dan orientasi yang jelas pada satu tujuan utama, yakni menyelamatkan nyawa dan meringankan beban rakyat,” ujarnya.

Ia juga mengatakan PKS memandang pemerintah telah bekerja keras dalam operasi pencarian dan pertolongan korban, evakuasi warga terdampak, hingga pemulihan akses dan infrastruktur di wilayah bencana.

Walaupun demikian, dia mengatakan upaya pemerintah melalui koordinasi lintas kementerian/lembaga harus tetap terjaga.

“PKS mendorong agar koordinasi lintas kementerian/lembaga tetap terjaga hingga masa tanggap darurat dan pemulihan pascabencana benar-benar tuntas. Keselamatan, kesehatan, dan martabat warga terdampak harus menjadi prioritas bersama,” katanya.

Sebelumnya, terjadi bencana alam banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Berdasarkan data sementara BNPB per 24 Desember 2025, korban meninggal dunia akibat bencana di wilayah tersebut mencapai 1.129 jiwa, dan 174 jiwa masih dinyatakan hilang.

Pewarta: Rio Feisal
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |