Lai Ching-te: Jika China kuasai Taiwan, negara lain bisa jadi target

3 hours ago 1
Ambisi ekspansionis China tidak akan berhenti di situ,

Tokyo (ANTARA) - Pemimpin Taiwan Lai Ching-te dalam sebuah wawancara dengan media Prancis baru-baru ini memperingatkan bahwa jika China daratan mengambil alih Taiwan, maka Jepang, Filipina, dan negara lainnya di kawasan bisa menjadi target selanjutnya.

"Ambisi ekspansionis China tidak akan berhenti di situ," kata Lai dalam wawancara dengan kantor berita AFP pekan ini, menambahkan bahwa Jepang dan Filipina bakal "terancam", demikian menurut kantor pemimpin itu.

Menanggapi pernyataan Lai, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengecam pemimpin Taiwan tersebut sebagai "pengusik perdamaian, penyebab krisis, dan penghasut perang".

Saat konferensi pers di Beijing, Kamis, sang jubir mengatakan, Lai Ching-te tidak dapat mengubah fakta sejarah dan hukum bahwa Taiwan merupakan bagian dari wilayah China.

Baca juga: China mau dialog dengan Jepang asal Takaichi tarik ucapan soal Taiwan

"Mencari kemerdekaan dengan mengandalkan kekuatan asing dan menggunakan cara militer untuk menolak reunifikasi ibarat seekor semut yang sedang berupaya mengguncang pohon. Pasti akan gagal," kata jubir.

Beijing terus menekan Taiwan yang memiliki pemerintahannya sendiri, yang dipandang sebagai provinsi pemberontak yang harus dibawa ke dalam pangkuan China, jika perlu dengan kekerasan.

Disebutkan bahwa China juga menargetkan Jepang di tengah perselisihan diplomatik, setelah merasa geram dengan pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di parlemen pada November lalu yang mengisyaratkan bahwa serangan terhadap Taiwan berpotensi memicu respons dari pasukan pertahanan Jepang.

China dan Filipina juga terlibat dalam sengketa teritorial di Laut Cina Selatan, dengan beberapa kali terjadi bentrokan antara kapal-kapal dari kedua negara.

Baca juga: China kembali ingatkan Jepang untuk tidak campuri urusan Taiwan

Sumber: Kyodo

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |