Jakarta (ANTARA) - Senior Manager External Communication and Stakeholder PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Fitri Erika mengatakan PHE telah mengirim berbagai macam bantuan untuk membantu korban bencana di Sumatera.
"Pada saat terjadinya bencana, khususnya di Sumatera Utara, kami memiliki program, kami memiliki fasilitas di Pangkalan Susu dan di Aceh Tamiang," kata Fitri dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu.
Fitri mengatakan bahwa pada saat bencana terjadi, akses komunikasi dan pengiriman bantuan melalui jalur darat ke lokasi bencana terputus sehingga pengiriman bantuan ke lokasi bencana dilakukan melalui jalur laut.
Pengiriman bantuan dilakukan dengan berkoordinasi dengan SKK Migas yang kemudian mereka melakukan koordinasi juga dengan kontraktor-kontraktor di wilayah-wilayah dekat lokasi bencana sehingga bantuan dapat dikirim dengan lebih cepat.
Fitri mengatakan berbagai bantuan telah disalurkan, antara lain bantuan makanan, obat-obatan, termasuk tim dokter untuk membantu penanganan yang ada di wilayah Aceh Tamiang.
Fitri menegaskan bahwa Pertamina Hulu Energi sampai dengan saat ini terus melakukan pengiriman relawan dari berbagai wilayah yang ada di wilayah operasi PHE untuk membantu mempercepat penanganan korban.
"Nah, relawan itu bertugas tidak hanya mengkoordinasi bantuan tetapi juga dari aspek trauma healing gitu ya," kata dia.
Bantuan trauma healing dilakukan dengan mengerahkan psikolog atau dokter untuk membantu meringankan penderitaan warga yang terdampak bencana.
"Sampai dengan hari ini kami juga masih memiliki posko yang ter-centralized di Medan untuk penanganan di wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Sementara kita di Sumbar (Sumatera Barat) kita koordinasikan dengan BNPB setempat," kata Fitri lebih lanjut.
Selain PHE, Pertamina Persero secara keseluruhan juga mengerahkan berbagai sumber daya untuk membantu menangani dan membantu korban bencana di Sumatera.
Fitri mencontohkan Pelita Air Service milik Pertamina yang juga melakukan pengerahan untuk menjangkau daerah-daerah terpencil.
Pertamina CNT memberikan akses agar mobil tangki bisa menempuh jalur-jalur yang putus supaya program percepatan bantuan terkait dengan wilayah-wilayah yang susah mendapatkan BBM bisa cepat terlaksana.
"Jadi, memang kami kalau secara keseluruhan, secara holding Pertamina itu menurunkan berbagai fungsi yang ada," demikian katanya.
Baca juga: PHE catat kinerja operasional solid hingga triwulan III 2025
Baca juga: PHE bangun inovasi mahasiswa berkontribusi dalam energi berkelanjutan
Baca juga: PHE-Petronas sepakati pengalihan hak di kontrak bagi hasil Blok Bobara
Pewarta: Katriana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































