Manado (ANTARA) - Personel Polairud Polda Sulut yang tergabung dalam Satgas Aman Nusa II membantu membersihkan rumah warga yang terkena dampak bencana banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Kamis.
"Sejak 5 Januari 2025, personel Polairud Polda Sulut berada di Sitaro untuk membantu penanggulangan bencana. Sebanyak 28 personel Polairud kami turunkan untuk membantu penanggulangan bencana di Kabupaten Kepulauan Sitaro," kata Dirpolairud Polda Sulut Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas di Manado, Kamis.
Baca juga: Dua korban hilang banjir bandang Pulau Siau belum ditemukan
Personel Polairud bersama fungsi kepolisian lainnya, TNI dan instansi terkait bahu-membahu membantu masyarakat setempat melakukan kerja bakti pembersihan lokasi yang terdampak bencana.
"Saat ini kegiatan masih difokuskan pada pencarian korban yang masih dinyatakan hilang, pembersihan jalan dan rumah penduduk yang terkena dampak bencana," katanya.
Ia berharap pemulihan di daerah bencana dapat dilaksanakan secara cepat, bersama dengan seluruh pemangku kepentingan terkait lainnya.
Sementara itu, personel Samapta Polda Sulut bersama Polsek Sibarsel melaksanakan kerja bakti di Rumah Ibadah Gereja KGPM Maranatha Dusun Sanumpito, Kampung Laghaeng.
Gereja KGPM Maranatha ini menjadi salah satu lokasi yang terdampak banjir bandang, yang terjadi pada 5 Januari 2026 di Sitaro.
Baca juga: Korban meninggal akibat banjir bandang di Pulau Siau jadi 17 orang
Baca juga: Tim SAR temukan satu korban hilang akibat banjir bandang Pulau Siau
"Hari ini personel gabungan terdiri atas Ditsamapta Polda Sulut dan personel Polsek Sibarsel bahu membahu membersihkan lumpur yang masuk di dalam gereja," kata Direktur Samapta Polda Kombes Pol Moh Zamroni.
Pemulihan setelah bencana ini masih terus dikerjakan oleh personel Polri dan instansi terkait lainnya.
"Personel Polri kami sebar ke sejumlah lokasi yang terdampak bencana untuk membantu masyarakat dalam pemulihan setelah bencana," ujarnya.
Pewarta: Karel Alexander Polakitan
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































